Objek Wisata Batu Luhur Kuningan Terbengkalai dan Ditinggal Pengunjung
Objek Wisata Pujangga Manik Batu Luhur di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, kini dalam kondisi terbengkalai dan sepi pengunjung, seperti dikutip dari Detik Travel.
Pintu masuk objek wisata tidak lagi dijaga, dan gazebo dua lantai yang ada di lokasi sudah lapuk serta berlubang. Banyak sampah daun berserakan di sekitar gazebo, sementara musala kecil di dekatnya terdapat sarang tawon di langit-langit. Meskipun fasilitas toilet masih berfungsi, keran untuk wudu tidak mengalir lagi.
Area utama yang terdiri dari dua kolam renang juga menunjukkan kondisi memprihatinkan. Air kolam surut dan berwarna hijau keruh, dengan banyak tumpukan sampah daun dan ranting pohon di sekitarnya. Beberapa bangunan di sekitar kolam tampak rusak dan terbengkalai.
Meski sebagian besar bangunan rusak, warung sederhana di depan objek wisata masih buka dan melayani pengunjung dari warga sekitar.
Salah satu warga setempat, Dedi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar 2-3 tahun. Dahulu, Batu Luhur merupakan objek wisata favorit di Pasawahan yang selalu ramai dikunjungi untuk berenang dan menikmati pemandangan perbukitan serta bebatuan alam di kaki Gunung Ciremai.
Menurut mantan pengelola Batu Luhur, Itok, beberapa faktor menyebabkan penurunan kunjungan, seperti pandemi COVID-19 dan munculnya banyak tempat wisata baru di sekitar Gunung Ciremai. Selain itu, keberadaan kawanan monyet liar yang mencari makan di area wisata saat musim kemarau juga berkontribusi pada kondisi terbengkalainya lokasi tersebut.
Itok menjelaskan, "Penyebabnya banyak karena COVID-19 juga kan sepi. Terus banyak tempat wisata baru yang muncul juga. Sama kalau pas musim kemarau itu, kawanan monyet pada ke sini karena buah-buahan di hutannya nggak ada, kekeringan juga. Dulu ramai, pekerjanya saja ada 40 orang."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow