Pakar Undip Kembangkan Implan Panggul Spesifik Anatomi Indonesia
Peneliti Universitas Diponegoro (Undip) memanfaatkan cabang ilmu mekanika kontak dan pelumasan untuk memproduksi perangkat medis lokal. Aplikasi riset tribologi ini diterapkan pada pembuatan panggul buatan oleh tim Undip Biomechanics Engineering and Research Center (UBM-ERC). Pusat riset yang dipimpin Prof Jamari tersebut mengombinasikan prinsip mekanika dengan struktur tubuh manusia.
Seperti dilansir dari Detikcom, inovasi ini bermula dari kendala yang sering ditemui dokter ortopedi saat memasang produk implan impor. Ukuran geometri implan panggul buatan luar negeri kerap dinilai terlalu besar untuk struktur tubuh pasien di Asia. Kondisi tersebut berisiko mengikis bagian tulang asli dalam jumlah yang lebih banyak saat proses pemasangan.
Selain faktor ukuran, implan konvensional kurang fleksibel untuk mengakomodasi kebiasaan posisi gerak ekstrem masyarakat lokal. Salah satunya adalah posisi duduk tasyahud akhir saat sholat yang rawan memicu pergeseran atau dislokasi sendi buatan.
Menjawab tantangan tersebut, tim UBM-ERC merancang sambungan tulang panggul buatan tipe dual mobility total hip prosthesis. Perancangan alat ini disesuaikan langsung dengan anatomi tubuh serta pola aktivitas masyarakat di Indonesia. "Bisa enggak kita mendesain sambungan tulang panggul yang bisa digunakan untuk salat dan cocok untuk orang Indonesia?" kata Prof Jamari.
Pengembangan perangkat medis ini telah berjalan sejak tahun 2007 dan melewati beberapa tahapan perubahan desain. Pada iterasi desain kelima versi ketiga, inovasi ini telah mengantongi paten resmi dengan keunggulan rentang gerak yang lebih presisi dan dinamis. Proses riset dan manufaktur alat kesehatan ini melibatkan kerja sama lintas instansi, termasuk ATMI Solo serta Unika Atma Jaya Yogyakarta. Berkat rekam jejak riset ini, Prof Jamari dianugerahi Science and Technology Award 2025 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow