Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026
Tim nasional Paraguay berhasil menyingkirkan tim raksasa Jerman lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, pada Senin, 29 Juni 2026 waktu setempat.
Pertandingan harus dilanjutkan ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu 120 menit selesai, di mana gol Julio Enciso pada menit ke-42 berhasil disamakan oleh Kai Havertz pada menit ke-54.
Kiper Paraguay, Orlando Gill, tampil menjadi pahlawan dengan menggagalkan eksekusi penalti Kai Havertz dan Nick Woltemade, sementara tendangan Jonathan Tah melambung di atas mistar gawang sebelum José Canale memastikan kemenangan Albirroja dalam drama sudden death.
Jerman sebenarnya sempat mencetak gol melalui sundulan Jonathan Tah memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown pada menit ke-102, namun intervensi VAR menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai mendorong kiper Orlando Gill terlebih dahulu.
Kekalahan ini menjadi momen pertama kalinya Jerman kalah dalam adu penalti di sepanjang sejarah Piala Dunia setelah sebelumnya memenangkan enam babak tos-tosan berturut-turut sejak final Piala Eropa 1976.
Sebelum pertandingan krusial ini digelar, pelatih timnas Jerman sempat merespons tekanan publik setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari Ekuador di laga terakhir fase grup.
"Tatsächlich geht es mir nur um die Mannschaft und unseren Erfolg. Dass wir gemeinschaftlich das sehr gute Miteinander, was wir in der Gruppe haben, auch immer auf den Platz bringen und dann alles dafür tun, das Spiel zu gewinnen. Ich habe nicht das Gefühl, dass ich irgendeine Beweispflicht irgendjemandem gegenüber habe, außer den Spielern, dass ich an der Seitenlinie auch emotional mitgehe, was ich von meinen Spielern verlange, und dass ich versuche, ihnen so gut es geht zu helfen während dem Spiel." kata Julian Nagelsmann, Pelatih Tim Nasional Jerman kepada Bild.
Nagelsmann juga menambahkan bahwa fokus utama jajaran kepelatihan adalah mempersiapkan tim secara maksimal agar mampu menyajikan permainan yang baik di lapangan.
"Wir freuen uns, wenn alle Fans uns unterstützen. Wir freuen uns auch, wenn die Experten, die Kritiker nach dem Spiel sagen, es war gut. Aber in aller Hinsicht geht es darum, dass wir uns so präparieren, in der Lage sind, un gutes Spiel zu machen." ujar Julian Nagelsmann, Pelatih Tim Nasional Jerman.
Di sisi lain, kekalahan dramatis dialami oleh tim Asia, Jepang, yang harus angkat koper setelah ditumbangkan oleh tim kuat Brasil dengan skor tipis 1-2 pada hari yang sama.
"The gap between us is closing now," tutur Hajime Moriyasu, Pelatih Tim Nasional Jepang kepada NBC News.
Moriyasu mengakui ketangguhan Brasil sebagai tim papan atas dunia, namun ia optimistis anak asuhnya sudah semakin dekat dengan level sepak bola tertinggi tersebut.
"Of course, Brazil are a top-tier team, and we are definitely approaching that level." kata Hajime Moriyasu, Pelatih Tim Nasional Jepang.
Meskipun merasa hancur karena kekalahan di menit-menit akhir pertandingan, sang pelatih menegaskan bahwa bersaing di level teratas tetap menjadi target utama timnya ke depan.
"As a result, we were devastated. Of course, there is that kind of difference in our level, and we have to up our game. To compete at the top is a goal we all have." ujar Hajime Moriyasu, Pelatih Tim Nasional Jepang.
Dengan hasil pertandingan pada hari Senin ini, Paraguay dijadwalkan akan menantang pemenang antara Prancis dan Swedia dalam laga babak 16 besar yang akan berlangsung di Philadelphia Stadium pada 4 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow