Jerman Protes Keputusan VAR Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Tim nasional Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 3-4 dalam babak adu penalti melawan Paraguay menyusul keputusan kontroversial VAR yang menganulir gol krusial mereka pada babak 16 besar di Amerika Serikat, Selasa, 30 Juni 2026.
Kekalahan ini memicu kemarahan besar dari pihak Jerman karena gol bek Jonathan Tah pada menit ke-102 babak perpanjangan waktu dibatalkan oleh wasit asal Maroko, Jalal Jayed, setelah melihat tayangan ulang VAR akibat dugaan pelanggaran Waldemar Anton terhadap kiper Paraguay Orlando Gill.
Pakar wasit Thorsten Kinhöfer menyatakan ketidakpahamannya terhadap keputusan wasit yang menganulir gol dari situasi tendangan sudut Nathaniel Brown tersebut.
"Hanya bisa dikatakan bahwa keputusan itu sama sekali tidak bisa dimengerti," keluh Kinhöfer, pakar wasit di ZDF.
Kinhöfer juga menambahkan bahwa dirinya sampai tidak bisa berkata-kata melihat situasi tersebut. Pakar wasit lainnya, Patrick Ittrich, menilai kontak yang terjadi di area lima meter itu terlalu minim untuk dianggap sebagai sebuah pelanggaran yang jelas.
"Bagi saya, ini terlalu remeh. Tentu saja ada kontak dengan kiper. Namun, saya tidak melihat adanya dorongan, penekanan, atau penahanan." tegas Ittrich, pakar wasit untuk MagentaTV.
Ittrich berargumen bahwa perlindungan khusus bagi penjaga gawang di area tersebut sudah tidak berlaku lagi, sehingga intervensi VAR tidak memiliki dasar yang kuat dan gol Jerman seharusnya dinyatakan sah oleh wasit lapangan.
"bukan keputusan salah yang jelas. Intervensi (VAR, red.) tidak beralasan dan gol tersebut sah." lanjut Ittrich.
Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dan menyamakan insiden ini dengan kejadian handball Marc Cucurella pada Euro 2024 lalu.
"Ini benar-benar lelucon! Aku nggak tahu apa yang dia lihat di situ," kata Nagelsmann kepada Magenta.
Nagelsmann menilai timnya pantas memenangkan pertandingan berat tersebut setelah sempat tertinggal oleh gol Julio Enciso sebelum disamakan oleh Kai Havertz pada menit ke-54.
"Ini situasi yang serupa. Ada pertandingan di mana kamu bisa mencetak banyak gol, dan ada pertandingan yang harus kamu menangkan dengan cara apa pun. Dan kami mungkin akan memenangkannya dengan cara apa pun," keluh Nagelsmann.
Kekalahan ini sekaligus memastikan Jerman gagal melaju ke babak delapan besar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen Piala Dunia.
"Saya baru saja menontonnya lagi: Ini bukan sekadar skandal: Ini skandal besar. Itu bahkan tidak bisa disebut pelanggaran sama sekali." tegas Nagelsmann di ZDF.
Dilansir dari CNN Indonesia, jalannya adu penalti berlangsung menegangkan setelah tendangan Nick Woltemade dibendung Gill, namun penyerang Paraguay Antonio Sanabria gagal memanfaatkan peluang emas setelah sepakannya melebar ke kanan gawang Manuel Neuer.
Paraguay kembali mendapat peluang penentu melalui Fabian Balbuena, tetapi Neuer berhasil menepis bola dan menyamakan skor menjadi 3-3 setelah eksekusi sukses dari Nadiem Amiri.
Kegagalan tendangan penalti keenam Jerman oleh Jonathan Tah yang melambung tinggi akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh bek tengah Paraguay, Jose Canale, untuk menaklukkan Neuer dan mengunci kemenangan 4-3 bagi Paraguay.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow