Paraguay Singkirkan Jerman dari Piala Dunia 2026 Melalui Adu Penalti

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Jerman tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 setelah menderita kekalahan dalam babak adu penalti melawan Paraguay di Boston Stadium, Foxborough, pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Pertandingan dramatis ini diwarnai oleh penganuliran gol Jerman pada babak perpanjangan waktu setelah intervensi dari Video Assistant Referee (VAR).

Laga ketat tersebut berakhir dengan skor 1-1 dalam waktu reguler setelah gol pembuka dari penyerang Paraguay, Julio Enciso, pada menit ke-42 berhasil disamakan oleh sundulan Kai Havertz pada menit ke-54. Jerman kemudian gagal mengonversi setengah dari enam eksekusi penalti mereka dalam babak tos-tosan, yang memastikan langkah Albirroja menuju babak selanjutnya sekaligus memperpanjang catatan buruk Jerman di turnamen besar.

Kontroversi memuncak pada menit ke-102 babak perpanjangan waktu ketika bek Jerman, Jonathan Tah, menyundul bola masuk ke gawang lawan memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown. Namun, wasit asal Maroko, Jalal Jayed, membatalkan gol tersebut setelah meninjau layar monitor VAR karena menganggap terjadi pelanggaran oleh Waldemar Anton terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.

Keputusan tersebut memicu kritik keras dari mantan wasit ternama Jerman, Thorsten Kinhöfer, yang bertindak sebagai pakar wasit di stasiun televisi ZDF.

"Hanya bisa dikatakan bahwa keputusan itu sama sekali tidak bisa dimengerti," keluh Kinhöfer.

Kinhöfer menganggap duel udara antara Anton dan Gill merupakan perebutan bola yang wajar dalam sebuah pertandingan.

"Saya kehabisan kata-kata." tambah Kinhöfer.

Kritik serupa dilontarkan oleh pakar wasit MagentaTV, Patrick Ittrich, yang menilai intervensi yang dilakukan oleh VAR dalam situasi gol Jonathan Tah tidak memiliki dasar yang kuat.

“Bagi saya, ini terlalu remeh. Tentu saja ada kontak dengan kiper. Namun, saya tidak melihat adanya dorongan, penekanan, atau penahanan.” tutur Ittrich.

Ittrich menegaskan bahwa kontak fisik minimal di area gawang tidak seharusnya membatalkan sebuah gol sah karena perlindungan mutlak bagi kiper di area lima meter sudah tidak berlaku lagi.

“bukan keputusan salah yang jelas. Intervensi (VAR, red.) tidak beralasan dan gol tersebut sah.” tegas Ittrich.

Menurutnya, wasit lapangan seharusnya tetap berpegang pada keputusan awal untuk mengesahkan gol dan tidak terpengaruh oleh masukan dari tim VAR.

“Bagi saya, itu keputusan yang salah,” kata Ittrich.

Di sisi lain, laporan dari Kompas.com menyebutkan bahwa pencetak gol Paraguay, Julio Enciso, terpaksa ditandu keluar lapangan pada menit ke-57 akibat cedera yang diduga merupakan masalah hamstring berulang. Kehilangan penyerang berusia 22 tahun tersebut menjadi pukulan besar bagi skuad asuhan Paraguay, meskipun mereka akhirnya berhasil mempertahankan kedudukan hingga babak adu penalti selesai.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed