China Naikkan Biaya Visa 7 Kali Lipat untuk Warga Jepang Sebagai Balasan
Pemerintah China menaikkan biaya visa bagi warga negara Jepang hingga tujuh kali lipat mulai 14 September 2026 sebagai balasan atas kenaikan biaya visa yang diterapkan Jepang pada Juli 2026.
Kenaikan ini diumumkan oleh Kedutaan Besar China di Tokyo, yang menyatakan bahwa tarif visa sekali masuk naik dari 2.250 yen menjadi 16.750 yen, sedangkan visa dua kali masuk melonjak dari 3.750 yen menjadi 25.100 yen, dan visa multi-entrance dengan masa berlaku enam bulan dan satu tahun juga mengalami kenaikan signifikan.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kebijakan Jepang yang menaikkan biaya visa lima kali lipat, dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen, yang diberlakukan pada 1 Juli 2026. Kenaikan biaya visa Jepang ini merupakan yang pertama sejak 1978 dan dipicu oleh lonjakan inflasi serta pelemahan nilai tukar yen, menurut Japan Times dan VN Express.
Hubungan antara China dan Jepang semakin memanas setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November 2025 mengenai potensi intervensi militer Jepang jika terjadi konflik di Selat Taiwan. Pernyataan ini memicu kemarahan Beijing yang menganggap Taiwan sebagai urusan domestik mutlak China.
Sejumlah delegasi anggota parlemen Jepang telah mengunjungi China berulang kali sejak akhir Agustus hingga pertengahan September 2026 untuk meredakan ketegangan, namun hasilnya belum membaik. Delegasi ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Shinichi Isa dan Takamura Masahiro yang bertemu dengan pejabat tinggi China, termasuk Lu Kang dari Partai Komunis China.
Lu Kang menyatakan bahwa hubungan kedua negara mengalami kesulitan serius karena isu sejarah dan Taiwan, dan mendesak politisi Jepang untuk "membedakan dengan jelas antara yang benar dan yang salah" agar pemerintah dapat menangani isu Taiwan sesuai prinsip Satu China.
Surat kabar Mingpao melaporkan bahwa Beijing hanya menerima politisi Jepang dengan perspektif yang tepat untuk memberikan tekanan pada pemerintahan Takaichi. "Sampai Perdana Menteri Takaichi menarik kembali pernyataannya, prospek untuk melanjutkan dialog substantif antara kedua pihak tetap buntu," ujar Mingpao.
Selain kenaikan biaya visa, perselisihan juga memicu tindakan balasan lain dari China, termasuk pelarangan ekspor barang dwiguna kepada 20 lembaga dan bisnis pertahanan Jepang sejak Juni, serta penangguhan 18 rute penerbangan China-Jepang selama sebulan pada Agustus yang meningkatkan pembatalan penerbangan hingga 30 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow