Iran Memperluas Serangan ke Kapal Berlabuh di Teluk Persia
Iran mulai menargetkan kapal-kapal yang sedang berlabuh di Teluk Persia sebagai bagian dari tekanan balasan terhadap Amerika Serikat dalam konflik yang berlangsung lama di kawasan tersebut, menurut laporan media asing pada 14 September 2026.
Institute for the Study of War (ISW) menyatakan bahwa Iran kemungkinan menyerang tiga kapal tanker pada 9 September, termasuk kapal Hercules Star di lepas pantai Dubai dan sebuah tanker gas alam cair di Pelabuhan Khor Fakkan. Pola ini menunjukkan perluasan sasaran Iran terhadap kapal dagang yang terkait dengan kepentingan AS, termasuk kapal yang berada dalam posisi tetap di pelabuhan.
Reuters melaporkan insiden serangan proyektil terhadap sebuah kapal yang berlabuh sekitar 24 mil laut dari Port Rashid, Uni Emirat Arab, yang dicatat oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
Media pemerintah Iran mengabarkan pada 13 September bahwa sebuah kapal dagang Iran diserang di Selat Hormuz pada 12 September, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Serangan ini dituduhkan Iran dilakukan oleh kelompok teroris, sebagaimana disampaikan oleh gubernur Qeshm.
"Musuh teroris" dituduh sebagai pelaku serangan tersebut, ujar gubernur Qeshm yang dikutip oleh IRNA.
Serangan terjadi sehari sebelum Teheran dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin regional di Oman untuk membahas pengelolaan lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan perdagangan minyak global.
AS belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini. Namun, pasukan AS sebelumnya telah menyerang kapal berbendera Iran dalam upaya mempertahankan blokade pelabuhan Iran di tengah ancaman rudal balistik.
Selain itu, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) mengumumkan pada 14 September bahwa Iran memperluas daftar kapal yang dikenai pembatasan di Selat Hormuz menjadi 77 kapal. Kapal yang melanggar protokol Iran akan menghadapi sanksi mulai dari denda hingga penyitaan.
PGSA juga memperingatkan bahwa kapal yang bekerja sama dengan kapal dalam daftar hitam juga akan dikenai tindakan pembatasan.
Ketegangan di wilayah ini meningkat sejak serangan AS terhadap kapal tanker Iran pada Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke sejumlah target, termasuk pangkalan militer AS. Konflik ini telah mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz secara signifikan, menyebabkan kenaikan harga bahan bakar global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow