Banjir Bandang Nepal Picu Gelombang Pembatalan Akomodasi Wisata

Smallest Font
Largest Font

Banjir bandang yang melanda Sungai Bhotekoshi di Nepal memicu gelombang pembatalan pemesanan hotel di sejumlah destinasi wisata utama seperti Pokhara, Chitwan, dan Lumbini, sehingga melumpuhkan sektor pariwisata pada musim puncak kunjungan.

Sektor perhotelan di kawasan tersebut mengalami penurunan keterisian kamar secara drastis akibat kerusakan akses jalan darat dan maraknya imbauan perjalanan, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Kerusakan parah pada Jalan Raya Prithvi di Krishnabhir menjadi salah satu pemicu terputusnya arus wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kawasan Sauraha di Chitwan yang memiliki 125 hotel dengan kapasitas total 8.000 wisatawan per hari kini menghadapi penurunan okupansi hingga di bawah 5 persen. Mantan Ketua Asosiasi Hotel Regional Sauraha, Suman Ghimire, mengonfirmasi bahwa mayoritas dari 34 kamar di Jungle Safari Lodge miliknya mendadak kosong.

"Saat ini hampir tidak ada wisatawan. Tingkat hunian hotel berada di bawah 5 persen," ujar Suman Ghimire, mantan ketua Asosiasi Hotel Regional Sauraha.

Meskipun wilayah Chitwan tidak mengalami kerusakan fisik akibat banjir Bhotekoshi, beredarnya berita negatif dan rumor terkait kondisi keamanan Nepal memicu pembatalan massal. Hotel Royal Tulip Chitwan yang dikelola KTM Hospitality bahkan melaporkan penurunan pemesanan hingga 80 persen.

"Sektor pariwisata sangat terpukul oleh banjir. Meskipun destinasi wisatanya sendiri tidak terdampak banjir, rumor dan laporan yang menyesatkan mengenai situasi tersebut telah memberikan dampak yang signifikan," ucap Rameshwar Sah, ketua Royal Tulip.

Kondisi serupa dialami oleh para pelaku usaha di wilayah Sauraha karena ketiadaan turis asing di kawasan hutan tersebut.

"Kecuali segelintir wisatawan China, saat ini tidak ada pengunjung di Sauraha," ujar Gunaraj Thapaliya, wakil ketua Asosiasi Hotel Regional.

Di Pokhara, distrik Kaski, tingkat pembatalan reservasi hotel tercatat mencapai 30 persen. Selain kelumpuhan jalur darat akibat rusaknya Jalan Raya Prithvi, pembatasan penerbangan, kenaikan harga tiket pesawat, dan penerapan tarif dolar bagi wisatawan asing turut memperburuk kondisi pariwisata setempat.

"Musim wisata bagi pengunjung asing sudah dimulai.Namun, saat ini hingga 30 persen pemesanan hotel telah dibatalkan," ujar Hari Bhujel, ketua Dewan Pariwisata.

Dampak banjir juga terlihat di terminal bus wisata Mustang Chowk, Pokhara, yang biasanya memberangkatkan puluhan armada menuju Kathmandu setiap hari. Saat ini, layanan transportasi darat dari terminal tersebut hanya beroperasi untuk rute Chitwan dan Lumbini.

Kawasan Lumbini yang merupakan pusat keagamaan bersejarah turut mencatat pembatalan reservasi dari wisatawan asing untuk periode kunjungan bulan Oktober hingga November.

"Banjir Bhotekoshi telah menimbulkan kesan negatif bahwa seluruh negeri sedang diliputi ketakutan dan kesulitan. Oleh karena itu, kita harus meyakinkan masyarakat internasional bahwa Lumbini aman dan dapat diakses," ujar Himal Upreti, penjabat sekretaris anggota Lumbini Development Trust (LDT).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed