PBVSI Lepas 16 Atlet Voli Putri dan Pantai ke Asian Games 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pelepasan resmi 16 atlet timnas bola voli putri dan bola voli pantai putra untuk kompetisi Asian Games 2026 telah rampung digelar oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dilansir dari Bola, seremoni pengukuhan berlangsung di Gedung Serbaguna, Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, pada Minggu (13-9-2026).

Pengurus induk olahraga voli nasional membagi rombongan ini ke dalam dua sektor utama. Sektor voli putri diperkuat oleh 12 pemain yang menggabungkan deretan pemain senior dan talenta muda. Beberapa nama yang mengisi daftar tersebut antara lain Mediol Stiovanny Yoku, Arneta Putri Amelia, Maradanti Namira, serta Azzahra Dwi Febyane.

Komposisi tim voli putri dipastikan tampil tanpa kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi. Pevoli andalan Indonesia tersebut memang tidak masuk dalam jajaran pemain sejak masa pemusatan latihan, termasuk saat timnas bertanding melawan Korea Selatan dan mengarungi ajang SEA V Cup 2026 pada Agustus lalu.

Pada sektor voli pantai putra, PBVSI mengutus empat atlet yang terbagi menjadi dua pasangan. Pasangan muda diisi oleh Imam Ahmad Faisal dan Fairuz Bayhaqly. Sementara itu, kategori senior mengandalkan duet Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi.

Gelaran Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Berdasarkan pembagian grup, Timnas Voli Putri Indonesia masuk ke dalam Pool A. Srikandi Merah Putih dijadwalkan bertanding menghadapi Nepal pada 17 September, sebelum bersua tim tuan rumah Jepang di Park Arena Komaki sehari setelahnya.

Skema pertandingan untuk voli pantai putra masih menanti kepastian resmi. PBVSI masih menunggu proses pengundian grup yang rencananya baru dilaksanakan pada 19 September.

Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, mengingatkan seluruh penggawa Timnas Voli Putri Indonesia agar terus memelihara konsentrasi sepanjang kompetisi. Ia sempat menyampaikan gurauan kepada para pemain supaya meminggirkan persoalan pribadi selama bertanding.

"Yang lagi galau percintaan? Lupakan!" kata Imam.

Di samping candaan tersebut, PBVSI memasang target khusus bagi perjalanan timnas. Hasil positif saat bersua Nepal menjadi syarat mutlak untuk mengamankan posisi dalam persaingan menuju putaran berikutnya.

"Perbaiki ranking, lawan Nepal harga mati menang. Kalau tidak menang, kita harus bertanding dari peringkat 9 ke bawah," ujar Imam.

Target menembus jajaran lima besar menjadi sasaran utama yang dibebankan kepada skuad voli putri. Imam meminta para atlet menyajikan performa terbaik serta tidak merasa rendah diri sewaktu berhadapan dengan lawan-lawan tangguh di Asia.

"Semuanya serba mungkin asal kalian semangat, harus main yang bagus dan baik," ucapnya.

Sikap Para Pemain Menghadapi Tekanan

Menanggapi patokan hasil dari pengurus, Mediol Yoku memilih untuk tidak menjadikannya sebagai beban tambahan. Pemain berumur 27 tahun itu mendorong rekan-rekannya agar bisa berlaga tanpa tekanan, menikmati atmosfer pertandingan, sekaligus menyerap pengalaman dari ajang level internasional ini.

"Berharap main lepas, enjoy, tidak usah mikirin target dan yang paling penting untuk mendapatkan pengalaman," kata Mediol.

Mediol juga tetap menaruh rasa percaya diri terhadap potensi tim, sekalipun terjadi perombakan susunan skuad dan tanpa diperkuat Megawati. Rangkaian uji coba yang telah dilalui menjadi modal berharga bagi barisan pemain muda.

"Karena mayoritas pemain muda dan tanpa Megawati, kami optimistis karena sudah banyak try out juga. Target lima besar, ya bisalah, semoga bisa. Progres kami juga mulai naik setelah mengikuti banyak kompetisi, semoga bisa," tutur Mediol.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed