Enam Pemain Amerika Serikat Cetak Gol Perdana di Piala Dunia 2026
Sebanyak enam pemain baru tim nasional putra Amerika Serikat berhasil mencetak gol perdana mereka di ajang Piala Dunia hingga Senin, 6 Juli 2026, yang memicu kegembiraan mendalam bagi keluarga serta lonjakan popularitas di tingkat global.
Para pemain baru yang mencatatkan namanya di papan skor tersebut adalah Folarin Balogun, Gio Reyna, Alex Freeman, Auston Trusty, Sebastian Berhalter, dan Malik Tillman, di bawah asuhan pelatih Mauricio Pochettino.
Keberhasilan ini melipatgandakan emosi keluarga yang hadir langsung di tribun penonton, termasuk istri bek Auston Trusty yang melewatkan momen selebrasi suaminya karena menangis terharu.
"Ini momen terbaik sepanjang masa," kata Emily Trusty, istri bek timnas AS Auston, kepada GOAL.
Emily menjelaskan bahwa momen tersebut sangat menakjubkan karena ia menyaksikan orang yang dicintainya mewujudkan mimpi yang hanya bisa dicapai oleh sebagian kecil orang.
"Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya. Ini tentang menyaksikan seseorang yang kamu cintai mewujudkan mimpinya. Ini hal paling menakjubkan di dunia. Aku tak info persentasenya; mungkin hanya 0,1 persen yang bisa mewujudkan mimpi itu." ujar Emily Trusty.
Ia menambahkan rasa emosionalnya yang mendalam saat mengingat momen berharga yang tidak akan pernah bisa direnggut dari suaminya tersebut.
"Kalau aku membicarakannya sekarang, aku bisa menangis. Itu adalah momen ketika kamu menyaksikan seseorang yang kamu cintai, dan kamu tahu betul betapa berartinya hal itu baginya. Tak ada yang bisa mengambil momen itu darinya. Dia mencetak gol di Piala Dunia!" kata Emily Trusty.
Sementara itu, emosi serupa melanda Antonio Freeman, ayah dari Alex Freeman, yang sempat tertahan karena peninjauan VAR sebelum gol putranya disahkan sebagai gol sah ke gawang Australia.
“Wah, aku langsung menangis,” kata Antonio Freeman kepada U.S. Soccer.
Mantan pemain NFL itu menambahkan bahwa melihat kebersamaan tim saat merayakan gol putranya membuat air matanya mengalir lebih deras karena nilai solidaritas kelompok yang sangat tinggi.
“Aku memakai kacamata hitam, mengenakan jersey Freeman, dan aku langsung menangis. Melihat Alex dan rekan-rekan setimnya berlari-lari setelah gol itu disahkan, aku menangis lebih keras lagi, bro. Bagi mereka, Alex itu seperti adik kecil bagi semua orang di tim. Itu membuatku meneteskan air mata, bro, karena kamu bisa saja memiliki momen-momen individu, tapi ketika kamu memiliki momen-momen tim, itulah yang membuatnya istimewa." ujar Antonio Freeman.
Di sisi lain, Gio Reyna memilih merayakan gol trivela indahnya ke gawang Paraguay dengan menyimpan bola di balik bajunya sebagai bentuk pengumuman resmi kehamilan sang istri.
“Saya sudah mengetahuinya sejak beberapa bulan lalu,” kata Gio Reyna setelah mencetak gol.
Perayaan yang dilakukan di panggung sebesar Piala Dunia dianggap Reyna sebagai waktu yang paling tepat untuk membagikan kabar bahagia tersebut.
“jadi saya menunggu waktu yang tepat, dan ini rasanya seperti saat yang tepat.” ujar Gio Reyna.
Kegembiraan luar biasa juga dirasakan oleh keluarga Berhalter saat Sebastian Berhalter sukses mencetak gol serta assist dalam laga melawan Turki.
"Tentu saja luar biasa bisa menyaksikan putra Anda bermain di Piala Dunia, tapi baginya bisa mencetak assist dan gol dalam satu pertandingan di Piala Dunia, maksud saya, itu sungguh luar biasa," kata Gregg Berhalter kepada ESPN.
Mantan pelatih timnas AS itu mengungkapkan bahwa ia baru meneteskan air mata beberapa jam kemudian ketika sedang merenungkan seluruh perjalanan karier putranya di dalam pesawat.
"Ini benar-benar salah satu hal yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, terutama perasaannya karena Anda begitu bangga padanya." ujar Gregg Berhalter.
Pelatih kawakan tersebut mengingat kembali bagaimana emosinya membuncah di tengah penerbangan malam menuju rumah.
"Saat aku berada di pesawat setelah pertandingan dalam perjalanan pulang, aku naik penerbangan malam sambil merenungkan semuanya. Air mata mengalir begitu aku memikirkan perjalanannya dan betapa berartinya hal itu baginya." kata Gregg Berhalter.
Kisah unik lain datang dari Malik Tillman, yang mencetak gol tendangan bebas spektakuler melawan Bosnia dan Herzegovina, memicu kehebohan di media sosial sang ibu, Anja Tillman.
"Instagram saya jadi ramai sekali," kata Anja Tillman kepada GOAL sambil tersenyum.
Anja mengaku terus menonton ulang video tendangan kaki kanan putranya tersebut melalui berbagai unggahan yang beredar di platform digital.
"Yang saya lihat hanyalah tendangan bebasnya. Ada video-video yang menjelaskan betapa sulitnya tendangan itu!" ujar Anja Tillman.
Momen emosional tersebut sempat direkam langsung oleh kakak kandung Malik yang juga pemain Los Angeles FC, Timothy Tillman, dari tribun penonton.
"Tepat sebelum kami berangkat ke pertandingan pertama," kata Timothy Tillman kepada GOAL.
Timothy merefleksikan kebersamaan langka keluarganya di Los Angeles musim panas ini yang bisa terwujud berkat penyelenggaraan Piala Dunia.
"saya sedang berbincang dengan [ibu saya], pacar saya, dan agen kami. Saya hanya bertanya kepada mereka, 'Siapa yang menyangka bahwa kami akan berada di sini di LA, saya akan tinggal di sini, dan kami akan pergi ke pertandingan Piala Dunia untuk menonton Malik bermain?'" ujar Timothy Tillman.
Kesuksesan Malik di atas lapangan hijau memicu rasa haru yang mendalam bagi sang ibu yang selalu merasa khawatir setiap menyaksikan pertandingan anaknya.
“Melihatnya di sana, di Piala Dunia, sungguh istimewa,” kata Anja Tillman, menahan emosi.
Bagi sang ibu, melihat putranya bermain di level tertinggi tidak mengubah pandangannya terhadap Malik sejak kecil.
“Aku masih melihatnya sebagai anak kecil.” ujar Anja Tillman.
Sang ibu juga mengaku selalu dilingkupi rasa cemas yang besar sepanjang pertandingan berlangsung di tribun.
"Saya selalu gugup saat menonton pertandingannya," aku Anja Tillman.
Timothy merekam momen tendangan bebas adiknya karena memiliki firasat kuat bahwa adiknya akan mengambil eksekusi krusial tersebut.
“Jujur, aku nggak sering ambil foto atau video saat nonton pertandingan,” kata Timothy Tillman.
Keputusan merekam momen tersebut membuahkan hasil luar biasa yang akan terus dikenang oleh keluarga mereka.
“tapi aku punya firasat saat tendangan bebas itu terjadi bahwa dia bakal maju dan menendang. Itulah kenapa aku merekam video itu, dan ya, pada akhirnya hasilnya luar biasa." ujar Timothy Tillman.
Keberadaan keluarga di tribun penonton menjadi penyemangat terbesar bagi Malik Tillman selama mengarungi kompetisi internasional ini.
"Itu benar-benar momen yang sangat, sangat istimewa bagi kami berdua, berada di tribun penonton, menyaksikannya secara langsung. Kami sangat, sangat bahagia bisa berada di sana untuk mengalaminya dan menikmati momen itu bersama-sama, tahu kan? Dia tahu bahwa kami ada di tribun penonton, dan menurutku itulah pencapaian terbesar. Itu sungguh luar biasa bagi kami bertiga." kata Timothy Tillman.
Perasaan haru yang mendalam masih membekas pada diri Anja bahkan setelah satu hari berlalu sejak gol indah tersebut tercipta.
"Menurutku, bagiku juga sama," kata Anja Tillman.
Ia merasa sangat bersyukur karena jadwal padat kedua putranya yang bermain di Eropa dan MLS biasanya menyulitkan mereka untuk berkumpul bersama di luar hari Natal.
"Aku sangat terharu dengan segala hal! Rasanya sangat istimewa bisa memiliki mereka berdua di sini, atau bahwa aku berada di sini bersama mereka berdua." ujar Anja Tillman.
Penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Serikat akhirnya memotong kendala logistik dan jarak yang selama ini memisahkan komunikasi fisik keluarga Tillman.
"Satu-satunya waktu yang kami miliki saat ini, dalam beberapa tahun terakhir, adalah saat Natal," kata Anja Tillman.
Pertemuan saat Natal pun biasanya berlangsung singkat karena kedua anaknya juga membutuhkan waktu luang bersama teman-teman mereka.
"dan itu hanya beberapa hari karena mereka libur selama beberapa hari. Mereka juga ingin bersenang-senang sebentar dengan teman-teman mereka atau pergi berlibur, tetapi pada hari-hari Natal, mereka bisa berkumpul bersama." ujar Anja Tillman.
Timothy menegaskan bahwa kehadiran kompetisi akbar empat tahunan ini menjadi jembatan utama yang menyatukan kembali ikatan keluarga mereka di Los Angeles.
“Sungguh sulit bertemu Malik,” kata Timothy Tillman.
Berkat turnamen ini, mereka akhirnya bisa saling mengunjungi, mengadakan acara barbekyu, dan menghabiskan waktu luang di apartemen.
“tapi Piala Dunia benar-benar membuat segalanya menjadi mungkin. Rasanya sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama.” ujar Timothy Tillman.
Selain dampak emosional bagi keluarga, performa apik Malik Tillman pada Kamis, 2 Juli 2026, memicu lonjakan statistik masif di luar lapangan berdasarkan laporan pdiperjuanganbali.id yang melansir data Google Trends.
Gelandang berusia 24 tahun itu mencatatkan lebih dari 1 juta kueri pencarian global dalam waktu 24 jam dengan kenaikan indeks hingga 500 poin di 50 negara, yang didorong oleh performa memukau melawan Paraguay dan Australia serta rumor transfer ke Liga Inggris senilai 80 hingga 120 juta euro.
Nilai pasar Tillman di platform Transfermarkt turut melonjak sebesar 35 persen dari 75 juta euro menjadi 101 juta euro dalam waktu 48 jam setelah penilaian tertinggi diberikan oleh Gradient Sports atas peran barunya sebagai gelandang nomor delapan modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow