Pemkot Pangkalpinang Kucurkan Bantuan Modal Usaha 90 UMKM
Pemerintah Kota Pangkalpinang menyalurkan bantuan permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah kepada 90 wirausaha mikro di Balai Betason Kantor Walikota Pangkalpinang, Senin, 10 Agustus 2026. Program pemberdayaan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 ini ditujukan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Jumlah penerima dana permodalan tersebut mencatatkan lonjakan signifikan dibanding alokasi tahun sebelumnya. Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang secara bertahap memperluas jangkauan penerima bantuan usaha.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang M Yasin memberikan penjelasan mengenai alokasi penerima bantuan modal tersebut.
"Kegiatan ini sudah kita lakukan sejak tahun 2025 lalu sebanyak 47 penerima. Tahun ini bertambah menjadi kurang lebih 90 UMKM, dan untuk tahun depan akan kita perjuangkan sebanyak 100 UMKM, tergantung dengan kekuatan keuangan daerah kita," ujar Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang M Yasin.
Proses seleksi penerima dana dilakukan secara terbuka dan ketat dengan keterlibatan pihak kelurahan. Verifikasi dokumen serta kelayakan bisnis mengacu pada aturan hukum setempat.
"Kategori penerima ini semuanya sudah diatur dan diverifikasi sesuai dengan Peraturan Wali Kota Nomor 12 Tahun 2026. Jadi, UMKM yang kita berikan bantuan dalam posisi memang aktif, bukan yang tidak aktif. Kami bersinergi dengan teman-teman dari kelurahan untuk menjaring informasi tersebut, sehingga muncul UMKM mikro yang mengajukan permohonan berupa proposal lalu kami verifikasi," jelas M Yasin.
Selain menyalurkan fasilitas pendukung, pemerintah daerah menetapkan kucuran dana tunai sebesar Rp1.000.000 untuk setiap unit usaha mikro sebagai stimulus pertumbuhan bisnis.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menyampaikan pesan terkait penetapan kucuran dana bantuan bagi pelaku usaha mikro daerah.
"Bantuan ini merupakan stimulus atau rangsangan supaya Bapak/Ibu lebih giat lagi dalam menjalankan usahanya. UMKM adalah penopang utama perekonomian di Pangkalpinang, maka kehadiran Bapak/Ibu sekalian merupakan pejuang-pejuang ekonomi, baik untuk menunjang ekonomi keluarga maupun masyarakat Kota Pangkalpinang," tutur Wali Kota Pangkalpinang Saparudin.
Sektor usaha mikro di kota tersebut tercatat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah sangat besar. Saparudin menambahkan gambaran mengenai dampak ekonomi dari keberadaan puluhan ribu unit usaha warga.
"UMKM memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian Kota Pangkalpinang. Kita tahu jumlah UMKM di sini ada 29.000 lebih. Kalau satu UMKM menopang kehidupan tiga orang saja, berarti sudah ada sekitar 80.000 orang yang ditopang. Nah, 80.000 itu artinya sudah mencakup sepertiga dari total penduduk Kota Pangkalpinang," paparnya Saparudin.
Strategi pemberdayaan ekonomi Pemkot Pangkalpinang juga mencakup pembangunan sarana pengolahan produk untuk mendorong hilirisasi komoditas lokal.
"Kita sudah membangun rumah produksi yang nantinya dikelola oleh kelompok UMKM, seperti rumah produksi pengolahan nanas di Tuatunu. Kelompok tersebut diberi modal, bangunannya sudah siap, dan peralatannya sedang kita adakan. Dengan demikian, Tuatunu tidak hanya menghasilkan nanas dalam bentuk segar, tetapi juga produk olahan bernilai tambah," pungkas Saparudin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow