Pemkot Tangerang Terapkan Rekayasa Contraflow di Jalan Sangego Selatan
Pemerintah Kota Tangerang menerapkan rekayasa lalu lintas berupa skema lawan arus atau contraflow selama pengerjaan proyek perbaikan ruas Jalan Sangego Selatan di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Kebijakan penataan arus lalu lintas tersebut dilakukan seiring penutupan satu jalur dari arah Kota Tangerang menuju Bayur untuk mendukung keselamatan serta kelancaran proses perbaikan infrastruktur jalan.
Proyek pengerjaan di Jalan Sangego Selatan mencakup penataan struktur badan jalan sepanjang 275 meter, terhitung dari area Bendung Sungai Cisadane hingga Jembatan Baru Jalan Sangego Raya dengan estimasi pengerjaan selama dua bulan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menjelaskan pelaksanaan proyek jalan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur di daerah setempat.
"Kami mulai memperbaiki ruas Jalan Sangego Selatan dimulai dari kemarin sampai sekitar dua bulan ke depan. Perbaikan ini bagian dari program pembangunan lanjutan untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan di Kota Tangerang tetap dalam kondisi prima," ujar Taufik Syahzaeni, Jumat (21/8/2026).
Pihak dinas terkait mengimbau seluruh pengguna kendaraan untuk senantiasa mematuhi rambu petunjuk dan skema lalu lintas sementara yang dipasang di kawasan lokasi proyek demi keamanan bersama.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan berlangsung sekaligus mengimbau kepada semua pengguna kendaraan untuk memperhatikan rambu lalu lintas sekaligus mengikuti rekayasa lalu lintas yang mulai diterapkan untuk kesalamatan dan kelancaran Bersama," kata Taufik.
Selain ruas Sangego Selatan, perbaikan infrastruktur juga tengah dilaksanakan pada 42 titik jalan lainnya di Kota Tangerang, termasuk akses vital menuju Bandara Soekarno-Hatta via Jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Mohammad Toha, serta Jalan Iskandar Muda.
Pada proyek rekonstruksi Jalan Marsekal Suryadarma yang melintasi wilayah Kecamatan Neglasari, skema contraflow turut diberlakukan di ruas arah Kota Tangerang secara bergantian dengan koordinasibersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota.
Taufik menyebutkan bahwa jalur dua arah yang dibuka pada skema lawan arus tersebut dilengkapi pembatas fisik demi keamanan para pengendara.
"Kita menerapkan sistem contraflow (lawan arus) selama proyek rekonstruksi berlangsung. Karena Jalan Suryadarma ini mempunyai dua ruas jalan, ruas jalan arah Kota Tangerang akan dibuka menjadi dua arah untuk memastikan arus lalu lintas tetap bisa berjalan," tutur Taufik pada Rabu (19/8/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan berkepanjangan di jalur penghubung tersebut, pihak dinas membuka pembatas jalan secara teknis sesuai situasi lapangan.
"Rencananya sebisa mungkin kedua ruas jalan tetap bisa digunakan, namun kami juga menyiapkan sistem contraflow dengan membuka pembatas jalan sisi arah Kota Tangerang menjadi dua arah demi kelancaran bersama," ucap Taufik.
Taufik menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan mobilitas warga selama pengerjaan konstruksi di lapangan berlangsung.
"Kami menyadari proyek perbaikan jalan ini akan mengganggu aktivitas lalu lintas dan mobilitas pengguna jalan, jadi kami meminta maaf sebesar-besarnya karena perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara jangka panjang," kata Taufik.
Guna menjaga ketahanan mutu infrastruktur jalan yang diperbaiki, pengerjaan di lapangan difokuskan pada ketahanan pengecoran dan efisiensi waktu pengerjaan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa percepatan pengerjaan fisik jalan difokuskan agar seluruh fasilitas publik dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Jalan ini kan utamanya untuk mobilitas masyarakat yang memang harus kita perbaiki terus. Sekarang kita ada 42 titik perbaikan jalan di Kota Tangerang. Mudah-mudahan diberikan kemudahan, dapat dilancarkan, dengan kualitas jalan yang benar-benar kuat," ujar Wali Kota Tangerang Sachrudin, Rabu (19/8/2026).
Sachrudin meminta partisipasi masyarakat untuk bersabar dan menyesuaikan diri dengan rekayasa arus kendaraan selama masa pemeliharaan infrastruktur tersebut.
"Selama perbaikan jalan ini masyarakat harus memaklumi, ya sabar, karena mobilitas akan sedikit terganggu lalu lintasnya. Kita lakukan rekayasa lalu lintas, semoga jalan ini punya kualitas karena memang memerlukan waktu. Setelah diperbaiki, mari sama-sama menjaga infrastruktur ini," tutur Sachrudin.
Dinas PUPR Kota Tangerang menargetkan pelaksanaan rekonstruksi jalan di sejumlah titik dapat selesai lebih cepat dari durasi kontrak rata-rata selama tiga bulan.
"Rata-rata itu kontrak tiga bulan, tapi harapannya bisa lebih cepat," jelas Taufik pada Rabu (19/8/2026).
Dinas PUPR juga menambah jumlah titik lokasi pengerjaan fisik jalan secara bertahap pada bulan ini.
"Jadi memang pekan ini kita ada 14 jalan. Nanti seluruh jalan-jalan kota akan mulai berkontrak dan prosesnya mudah-mudahan lancar. Bulan ini, di Agustus ini, rata-rata kita sudah mulai jalan untuk jalan kota," ungkap Taufik.
Proses pengerjaan dilakukan tanpa menutup total akses transportasi utama guna menjaga keterhubungan antarwilayah.
"Secara umum jalan nggak kita tutup. Mungkin ada buka-tutup, ada contraflow," terang Taufik.
Pemerintah daerah mengarahkan pengguna jalan ke sejumlah jalur alternatif yang telah disosialisasikan secara terbuka.
"Kita sudah menyosialisasikan sejumlah jalan alternatif. Meskipun secara umum jalan nggak kita tutup, mungkin ada buka-tutup, ada contraflow," ujar Taufik.
Pola pengerjaan fisik di lapangan terus digenjot dengan opsi penambahan jam kerja siang dan malam.
"Kita kerja supaya ini cepat, kita kerja terus. Harapannya pekerjaannya lebih cepat selesai," kata Taufik.
Selama skema contraflow berlaku, pengguna jalan diimbau membatasi kecepatan kendaraan pada rentang 30 hingga 40 kilometer per jam, menyalakan lampu utama, serta dilarang mendahului atau memindahkan pembatas jalan.
Taufik menekankan pentingnya kesadaran para pengendara saat melintas di area proyek perbaikan.
"Jadi karena Jalan Suryadarma ini mempunyai dua ruas jalan, ruas jalan arah Kota Tangerang akan dibuka menjadi dua arah untuk memastikan arus lalu lintas tetap bisa berjalan," kata Taufik.
Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini proyek pengerjaan infrastruktur dan penataan lalu lintas melalui saluran resmi media sosial Dinas PUPR serta Pemerintah Kota Tangerang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow