Aparat Perketat Pengawasan Distribusi BBM di Kepri dan Tanjungbalai
Aparat keamanan dari TNI Angkatan Laut Kodaeral IV dan Polres Tanjungbalai memperketat pengawasan serta pengawalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Riau dan Kota Tanjungbalai pada Sabtu (18/7) hingga Minggu (19/7) guna memastikan pasokan tepat sasaran dan mengantisipasi potensi penyalahgunaan.
Langkah pengamanan ini ditempuh untuk menjamin hak masyarakat pesisir serta menjaga stabilitas pasokan energi setelah adanya penyesuaian harga BBM non-subsidi. Dilansir dari batamclick.com dan rri.co.id, jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV mendampingi langsung proses penyaluran solar dan bensin bagi Koperasi Penambang Boat Bahtera Sejahtera di Kepulauan Riau.
Apresiasi terhadap komitmen pengawalan ini disampaikan langsung oleh otoritas kelurahan setempat karena berdampak positif bagi perekonomian nelayan pulau terluar.
"Langkah pendampingan dari TNI AL ini sangat krusial. Tujuannya jelas, untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat pesisir yang berhak, sekaligus mencegah adanya celah penyalahgunaan yang bisa memicu penghentian kuota subsidi dari pusat," ujar Sulaiman, Lurah Ngenang.
Pihak TNI AL secara konsisten menjembatani komunikasi antara Pertamina, Pemerintah Kecamatan Belakang Padang, dan SPBU Kabil melalui program Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar). Selain meminimalkan kelangkaan bahan bakar bagi penambang bot, kehadiran prajurit bertujuan menghadirkan stabilitas keamanan dari aktivitas ilegal di perbatasan laut.
Sementara itu di wilayah Sumatra Utara, dilansir dari taslabnews.com, Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai melakukan pemantauan ketat di sejumlah SPBU pada Jumat (17/7). Langkah proaktif tersebut diambil sebagai respons atas penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 yang berlaku sejak 10 Juni 2026, sedangkan harga Pertalite dan Solar dipastikan tetap.
Pemeriksaan dilakukan di lima titik SPBU untuk memantau ketersediaan stok operasional harian dan mencegah praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Hasil monitoring di lapangan menunjukkan kondisi antrean di seluruh SPBU dalam keadaan normal. Stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, terpantau aman dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat", ujar AKP N F. Saragih, Kabag Ops Polres Tanjungbalai.
Kepolisian mengimbau warga agar tidak panik oleh isu kelangkaan yang tidak bertanggung jawab di tengah penyesuaian harga ini. Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam pelayanan di setiap SPBU.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow