Penggalian Tanah Misterius di Perbukitan Batu Ampar Picu Kekhawatiran Warga Sukabumi

Smallest Font
Largest Font

Penggalian tanah secara sembunyi-sembunyi di Perbukitan Batu Ampar, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, diduga terkait pencarian harta karun, membuat warga resah, seperti dilansir dari Detik Travel.

Penggalian dilakukan pada malam hari oleh oknum warga yang belum diketahui identitasnya, di sekitar area yang berdekatan dengan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gunung Tangkil.

Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, Firman Hidayat, bersama pegiat tradisi Lebak Cawene dan Komunitas Saliwang meninjau lokasi pada Senin (24/8). Firman menemukan lima hingga enam titik lubang bekas galian di perbukitan tersebut.

"Ada informasi dari warga setempat katanya ada oknum yang menggali katanya harta karun. Gak tahu dari mana orangnya. Ini kan harus diantisipasi sebagai warga Desa Cikakak, lokasinya di sebelah Gunung Tangkil," ujar Firman saat ditemui di lokasi.

"Kalau dihitung ada sekitar 5 sampai 6 (titik galian) lah. Informasi dari warga memang dilakukan malam hari," tambah Firman.

Firman mengkhawatirkan aktivitas ilegal ini dapat merusak situs bersejarah di wilayah tersebut. Sebelumnya, kawasan ini juga sempat viral karena temuan puluhan makam palsu.

"Ini sudah kedua kalinya ya, dulu pernah terjadi pembuatan makam-makam palsu yang 40 (makam) itu yang sudah ditindak. Sekarang banyak juga pembuatan makam yang di luar jangkauan kita, masih banyak," beber Firman.

Abah Enoh (64), warga setempat, mengatakan pelaku penggalian hanya beraksi singkat tanpa menginap di lokasi.

"Iya katanya semalam, penggalian harta karun katanya. Satu hari aja di sini, enggak bermalam, pulang lagi," tutur Abah Enoh.

Menurut Abah Enoh, lubang galian memiliki kedalaman sekitar setengah meter dan sekarang sudah ditutup kembali oleh pelaku.

"Ada setengah meteran mah dalamnya. Sekarang sudah ditutup lagi," katanya.

Abah Enoh menyebut Perbukitan Batu Ampar selama ini dikenal sebagai tempat sakral dan lokasi ziarah, bukan sebagai lokasi harta karun.

"Dari dulu belum pernah dengar (ada harta karun), baru sekarang aja. Emang kata orang tempatnya wingit, banyak ziarahan terus gitu katanya," pungkas Abah Enoh.

Warga yang menggarap lahan di kawasan itu, seperti Muryati (56), menegaskan tidak pernah menemukan barang berharga selama puluhan tahun beraktivitas di sana.

"Dari dulu saya garap tanah di sini gak pernah dengar atau lihat ada yang namanya harta karun tertimbun. Kabar dari mana itu? Wong kita tiap hari di sini nyangkul ya biasa saja," kata Muryati saat ditemui di lokasi.

Muryati juga menyebut sering menjumpai kawanan satwa liar seperti monyet di kawasan perbukitan.

"Ada juga monyet, kan memang penghuni asli sini. Tiap ke hutan yang ketemu monyet lagi monyet lagi. Jadi kalau dibilang ada emas atau harta karun, ya gak masuk akal," selorohnya.

Muryati mengaku pernah melihat dua orang yang datang ke perbukitan tersebut sebelum kabar penggalian merebak, namun tidak jelas tujuan kedatangan mereka.

"Waktu itu memang ada dua orang yang datang ke atas. Pas ditanya, mereka ngakunya orang dari daerah Cikakak juga, cuma gak jelas tujuannya mau ngapain. Gak lama dari situ baru tahu ada bekas galian," beber Muryati.

Dia menyayangkan aktivitas penggalian liar yang merusak tanah garapan warga.

"Ya kalau bisa mah jangan ada lagi yang aneh-aneh begini, datang terus gali-gali tanah sembarangan. Bikin resah warga penggarap saja, padahal di sini gak ada apa-apa," tegas Muryati.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed