Mengenal Penyebab Benjolan di Ketiak dan Tanda Waspadanya
Kemunculan benjolan di ketiak bagian kiri maupun kanan sering kali memicu kecemasan. Sebagian besar kasus benjolan tersebut tidak berbahaya karena berasal dari pertumbuhan jaringan abnormal.
Meski begitu, benjolan di area ketiak tetap berpotensi menjadi penanda kondisi medis yang lebih serius. Memahami pemicunya sejak dini sangat penting untuk menentukan penanganan tepat, dilansir dari Detik Health.
Beberapa faktor dapat menyebabkan benjolan di bawah ketiak. Reaksi alergi terhadap penggunaan krim tertentu atau produk perawatan tubuh dapat menjadi salah satu pemicunya. Selain itu, benjolan juga bisa muncul sebagai efek samping dari pemanduan vaksinasi seperti COVID-19.
Penyebab non-kanker lainnya adalah kista sebasea atau kista kulit. Kista ini umumnya tidak berbahaya, berada di bawah kulit, serta berisi cairan atau nanah. Karakteristiknya meliputi benjolan bulat yang tumbuh perlahan, terkadang memiliki bintik kecil gelap di tengah, dan bisa memerah jika terinfeksi.
Pembengkakan juga kerap terjadi akibat infeksi virus, misalnya influenza atau Epstein-Barr. Kelenjar getah bening secara alami membesar saat sistem kekebalan tubuh aktif membasmi infeksi tersebut.
Pertumbuhan jaringan lain seperti lipoma dan fibroadenoma turut menjadi penyebab umum. Lipoma merupakan deposit jaringan lemak jinak, sedangkan fibroadenoma adalah pertumbuhan jaringan nonkanker di area ketiak.
Kondisi Medis yang Perlu Perhatian Khusus
Sebagian benjolan berkaitan dengan gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis intensif. Limfoma atau kanker kelenjar getah bening biasanya ditandai benjolan tanpa rasa sakit di ketiak, leher, atau selangkangan. Gejala penyertanya meliputi keringat berlebih, sesak napas, penurunan berat badan, kelelahan, gatal, memar, dan mudah infeksi.
Benjolan di ketiak juga bisa menjadi indikator awal kanker payudara. Pemeriksaan payudara sendiri secara rutin setiap bulan sangat dianjurkan untuk mendeteksi perubahan tersebut. Nyeri atau benjolan ringan selama siklus menstruasi sendiri merupakan hal normal akibat perubahan hormonal.
Penyakit autoimun seperti Lupus Eritematosus Sistemik juga dapat memicu pembengkakan kelenjar di ketiak, leher, atau selangkangan. Kondisi ini umumnya disertai nyeri sendi, kelelahan ekstrem, sakit kepala, sariawan, ruam, rambut rontok, dan nyeri dada.
Khusus pada wanita, hidradenitis suppurativa menjadi potensi pemicu lainnya. Kondisi kronis ini melibatkan penyumbatan serta peradangan kelenjar apokrin dan folikel rambut, yang menghasilkan benjolan serupa bisul bernanah dan terasa sakit.
Tanda Waspada untuk Memeriksakan Diri ke Dokter
Penentuan tingkat keparahan benjolan memerlukan evaluasi medis dan pemeriksaan penunjang. Ada beberapa indikasi utama yang memerlukan perhatian medis segera jika benjolan menunjukkan karakteristik tertentu.
Segera konsultasikan ke dokter apabila benjolan terus membesar secara bertahap, tidak terasa sakit saat ditekan, serta tidak kunjung hilang dalam jangka waktu lama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow