Penyelenggara Naikkan Hadiah dan Catat Perputaran UMKM Piala Presiden

Smallest Font
Largest Font

Panitia penyelenggara Piala Presiden 2026 meningkatkan alokasi hadiah untuk posisi runner-up hingga peringkat keempat senilai Rp500 juta serta mencatat lonjakan perputaran ekonomi UMKM sebesar Rp1,5 miliar menjelang laga puncak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Tambahan bonus ini mengatrol hadiah juara kedua menjadi Rp3,5 miliar, peringkat ketiga Rp2,5 miliar, dan peringkat keempat Rp1,5 miliar. Kebijakan tersebut melengkapi kenaikan hadiah juara pertama yang sebelumnya telah dinaikkan dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menyampaikan pengumuman tersebut dalam jumpa pers jelang babak final di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.

"Hari ini saya putuskan untuk juara dua tambahan Rp500 juta, juara tiga tambah Rp500 juta, juara empat tambah Rp500 juta," kata Maruarar.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia itu menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga tensi persaingan sehat pada partai final antara Persib melawan Persebaya serta laga perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Persija dengan Arema.

"Jadi tidak boleh ada angka turun ya. Harus kebaikan itu makin tinggi, supaya makin semangat pemain dan klubnya. Bersaing sehat," kata Maruarar.

Di sisi lain, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga mencatatkan pertumbuhan transaksi yang signifikan sepanjang turnamen pramusim ini berlangsung.

Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengonfirmasi angka transaksi UMKM dari seluruh rangkaian laga hingga semifinal telah menembus Rp1,5 miliar.

"Angka ini meningkat jauh, meningkat 27 persen dari turnamen Piala Presiden 2025," kata Tsamara dalam jumpa pers menuju laga final Piala Presiden 2026 di Jakarta, dilansir ANTARA.

Penyelenggara tetap memfasilitasi 25 tenant UMKM berjualan di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada babak semifinal, meskipun pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton. Panitia menggerakkan internal petugas untuk berbelanja makanan serta mengimbau suporter memutar roda ekonomi lewat agenda nonton bareng secara tertib.

"Harapannya besok di final pun kita tetap bisa memberikan dampak yang baik dari sisi kompetisi, dari segi keamanan, dari segi perputaran ekonomi, dan juga tentu saja dari segi kebersihan," kata Tsamara.

Pihak panitia mengonfirmasi bahwa aktivitas ekonomi dari gerai UMKM diperkirakan masih akan terus meningkat hingga seluruh rangkaian partai final selesai digelar.

"Saya lihat kemarin sudah ada beberapa yang buat, Bonek buat gitu ya, Viking juga buat gitu. Jadi itu tentu di wilayah teman-teman suporter," kata Tsamara.

Meski laga penutup harus berlangsung tanpa penonton langsung di dalam tribun stadion, pihak panitia optimistis persaingan di lapangan tetap menyajikan tontonan yang kompetitif.

"Siapa pun pemenangnya, ya kita tonton. Kami kan panitia harus netral tapi kita akan menikmati sama-sama seperti para suporter dan penonton yang lain," kata Tsamara.

Laga perebutan tempat ketiga antara Persija dan Arema dijadwalkan berlangsung pada Kamis sore pukul 15.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan partai final antara Persib dan Persebaya pada pukul 20.00 WIB.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed