Perak Pelajari Teknologi Kota Pintar di Shanghai China

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Negara Bagian Perak melakukan kunjungan teknis ke Taopu Smart City di Shanghai, China, untuk mempelajari sistem manajemen kota berbasis teknologi terintegrasi. Delegasi dipimpin langsung oleh Menteri Besar Datuk Seri Saarani Mohamad bersama Datuk Bandar Ipoh Zamakhshari Hanipah.

Majlis Bandaraya Ipoh (MBI) dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memantau langsung pembangunan kota pintar, terutama terkait kembaran digital (digital twins), Internet of Things (IoT), sistem pusat komando, dan manajemen perkotaan waktu nyata (real-time).

Kawasan Taopu dipilih karena berhasil mengubah zona industri lama menjadi distrik modern yang mengintegrasikan berbagai teknologi digital dalam operasinya.

"Taopu Smart City was once an industrial zone before being transformed into a modern smart district that integrates physical planning, digital technology, building management, security monitoring, energy efficiency and city operations." kata MBI.

Penerapan data dan sensor pintar di wilayah tersebut menjadi acuan penting bagi perkembangan ekosistem perkotaan di Malaysia.

"Its approach shows how an urban area can be managed more efficiently using data, smart sensors, and centralised monitoring systems, serving as a key reference for developing a more mature and sustainable smart city ecosystem," tambah MBI.

Hasil kunjungan dinilai sangat relevan untuk memperkuat Ipoh Integrated Operation Centre (IIOC) serta menjadi referensi awal bagi pembangunan Perak State Command Centre.

"This State Command Centre is seen as a vital integrated platform to support operational monitoring, data coordination, cross-agency response and faster, data-driven decision-making." jelas MBI.

Pemerintah Perak terus berkomitmen mengeksplorasi metode baru demi meningkatkan kualitas layanan publik melalui kemitraan strategis internasional.

"The Perak state government is committed to exploring new approaches that improve urban management, public service delivery, and citizens’ quality of life, leveraging technology and strategic partnerships with international counterparts," sebut MBI dalam pernyataan tersebut.

Menteri Besar Perak Datuk Seri Saarani Mohamad memaparkan bahwa rangkaian misi ke China berlangsung dari 17 hingga 24 Mei 2026.

"The mission to China, running from May 17 to 24, also includes business matching sessions and strategic visits to the automotive, smart city, digital technology and data centre sectors, all aimed at expanding Perak’s investment network." kata Saarani via Bernama.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed