SDA DKI Jakarta Perbaiki Jalan Amblas di Lenteng Agung Malam Ini
Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan perbaikan permanen terhadap ruas jalan yang amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mulai Jumat malam, 29 Mei 2026. Langkah ini diambil guna memulihkan fungsi infrastruktur tanpa mengganggu mobilitas harian masyarakat pengguna jalan.
Sebelumnya, jalur tersebut sempat mengalami kendala operasional akibat amblesnya permukaan jalan selebar sekitar 3 meter. Kendati demikian, arus lalu lintas kini sudah mulai dapat dilalui oleh kendaraan setelah petugas memasang pelat besi sebagai penanganan darurat di lokasi kejadian.
Pemulihan akses jalan ini berdampak positif pada layanan transportasi publik yang melintasi kawasan tersebut. PT Transportasi Jakarta mengumumkan bahwa rute bus mereka yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi sesuai dengan jalur reguler.
"Rute D21 Lebak Bulus-UI Depok dan Rute 4B: ST Manggarai-Universitas Indonesia saat ini sudah beroperasi normal kembali melayani pelanggan tanpa pengalihan," tulis keterangan Transjakarta melalui situs X resminya, dikutip detikcom, Jumat (29/5).
Berdasarkan pengamatan di lokasi pada pukul 17.00 WIB, armada Transjakarta beserta pengendara lain sudah dapat melintasi area tersebut setelah seluruh lajur dibuka. Petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian telah membuka arus lalu lintas sejak pukul 15.20 WIB, meski kepadatan tetap terjadi karena kendaraan melambatkan laju saat melewati pelat besi.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengonfirmasi bahwa pengerjaan permanen sengaja dipilih pada waktu malam hari agar dampak terhadap kepadatan lalu lintas dapat diminimalisasi secara optimal.
"Pengamanan awal sudah dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Perbaikan permanen kami jadwalkan malam hari agar pekerjaan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas," kata Santo saat dihubungi, Jumat (29/5).
Kerusakan konstruksi saluran air lama di bawah badan jalan diduga menjadi penyebab utama amblasnya jalur tersebut. Santo menyebut penurunan kualitas infrastruktur yang dimakan usia serta tingginya intensitas hujan memicu terjadinya penurunan permukaan tanah.
Sebagai solusi jangka panjang, pihak SDA akan membongkar saluran lama dan menggantinya dengan material box culvert beton berukuran 2x2 meter sepanjang 16 meter yang ditargetkan selesai dalam tiga hari.
"Perbaikan permanen akan dilakukan dengan penggantian saluran menggunakan box culvert. Kami upayakan pekerjaan selesai secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Proses pengerjaan fisik di lapangan akan dikawal dengan pengaturan lalu lintas yang ketat. Upaya tersebut dilakukan demi memastikan keamanan pekerja sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan yang melintasi rute sibuk tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow