Pertamina Pasok 16 Ribu KL BBM Tekan Antrean SPBU Makassar
Lonjakan konsumsi bahan bakar minyak hingga dua kali lipat memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mengerahkan kapal pengangkut BBM berkapasitas 16 ribu kiloliter pada Senin (14/9/2026).
Penyaluran BBM harian di Makassar yang biasanya berada di angka normal 700 kiloliter per hari mengalami peningkatan tajam. Angka penyaluran tercatat menyentuh 1.200 kiloliter pada 11 September, lalu 1.000 kiloliter pada 12 September, dan melonjak hingga 1.300 kiloliter per hari pada 14 September.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengonfirmasi keberadaan kapal pasokan tambahan tersebut untuk menjaga ketersediaan BBM terminal.
"Stok BBM di terminal kami itu biasanya di-top up setiap satu atau dua-tiga harian, tergantung datangnya kapan. Ini terus kami koordinasikan dengan pusat," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar.
Deny menjelaskan bahwa armada tanker tambahan telah disiapkan guna memastikan pasokan tetap stabil di tengah tingginya penyerapan masyarakat.
"Pada saat ada terjadi lonjakan kemarin, kami sudah berkoordinasikan dan kemarin juga sudah kita tambahkan kapal penyaluran. Ini sudah ada kapal yang akan sandar sekitar 16 ribu kiloliter per hari ini. Jadi, ini terus kita tambah sehingga stoknya kita upayakan tetap ada," kata Deny Sukendar.
Pertamina juga meluruskan isu mengenai pemotongan jatah BBM ke SPBU dari 16 kiloliter menjadi 8 atau 6 kiloliter. Penyesuaian skema distribusi dilakukan murni berdasarkan tingkat penjualan, kondisi stok, dan jalur distribusi tiap SPBU.
"Ini hanya soal manajemen distribusi. Tetap kita salurkan. Jadi tidak ada kita potong 16 (kiloliter) ke 8 kiloliter," kata Deny Sukendar.
Dugaan masuknya konsumen dari luar wilayah kota yang memicu antrean cepat habis masih didalami bersama kepolisian.
"Di perbatasan kemungkinan ada, tapi tempatnya seperti apa, nanti kita mengetahui," kata Deny Sukendar.
Langkah penanganan ini diharapkan dapat menghentikan dampak buruk antrean terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
"Kami bersama masyarakat mencegah ini bisa terulang kembali," kata Deny Sukendar.
Selain BBM, penyaluran ekstra sebesar 30 hingga 50 persen di luar pasokan reguler juga dikucurkan untuk menjamin stok LPG bersubsidi tetap aman.
"Saat ini, dalam kondisi aman dan cukup. Kenapa? Karena mungkin bisa disampaikan ke kami, karena kita ada yang namanya extra supply, atau extra dropping. Jadi di luar reguler, ini kita keluarkan 30-50 persen," kata Deny Sukendar.
Di sisi lain, Institute for Essential Services Reform menyoroti pentingnya penanganan cepat di Sulawesi Selatan dan Kalimantan sebagaimana aksi penanganan antrean SPBU di Jember, Jawa Timur.
"Normalisasi distribusi di Jember setelah pengerahan 15 mobil tangki dari Surabaya menunjukkan bahwa tindakan cepat dan terkoordinasi dapat memulihkan akses," kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa.
IESR mengapresiasi penambahan armada, aktivasi nozzle, hingga pembukaan jalur pasok alternatif yang dilakukan pihak terkait, tetapi mendorong pembenahan manajemen energi secara permanen.
"Namun, respons darurat tidak boleh menggantikan pembenahan sistemik," kata Fabby Tumiwa.
Lembaga riset tersebut mendesak pemerintah menyelesaikan masalah pasokan dalam 7–10 hari sekaligus mengevaluasi skema subsidi BBM agar tepat sasaran.
"Pemerintah harus membangun cadangan energi, memperkuat manajemen logistik, dan menjalankan strategi krisis sebagaimana diamanatkan Undang-undang (UU) Energi," kata Fabby Tumiwa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow