Peter Schiff Peringatkan Tren Kenaikan Bitcoin Telah Berakhir

Smallest Font
Largest Font

Ekonom Peter Schiff dan sejumlah analis global memberikan peringatan keras mengenai potensi pelemahan lanjutan pada aset kripto Bitcoin pada Kamis (6/8/2026). Tertinggalnya pergerakan Bitcoin di tengah reli pasar saham dinilai menjadi sinyal awal terjadinya gelombang penjualan beruntun yang lebih besar.

Schiff menyoroti fenomena reli pasar saham global yang gagal didorong oleh Bitcoin. Menurut CEO Euro Pacific Capital tersebut, aset kripto terbesar ini justru hampir tidak bergerak dan tertinggal jauh dari penguatan aset berisiko lainnya.

"Hal itu bukan pertanda baik bagi prospek Bitcoin saat terjadi gelombang penjualan aset berisiko berikutnya. Pesta Bitcoin telah usai," tegas Schiff, Kamis.

Ia berargumen bahwa seluruh bursa saham AS saat ini sudah terlalu mahal. Begitu koreksi meluas ke luar sektor teknologi, penurunan nilai Bitcoin diproyeksikan akan berlangsung semakin dalam.

Sejak mencetak rekor tertinggi di atas US$120.000 pada Oktober 2025, nilai Bitcoin terus merosot lebih dari separuh dan bertengger di bawah US$60.000 sepanjang 2026. Karakteristik Bitcoin yang diperdagangkan sebagai aset berisiko tinggi membuatnya makin rentan ketika likuididad pasar memgetat.

Di sisi lain, analis CryptoQuant Crypto Dan menilai pergerakan Bitcoin saat ini sebenarnya tengah memasuki fase undervalued yang menyerupai dasar siklus historis sebelum pembentukan tren baru.

"Bitcoin saat ini berada di area yang sangat undervalued," kata Crypto Dan, Analis CryptoQuant.

Ia menambahkan bahwa melemahnya sentimen pasar menjadi indikator khas dari fase akhir tren penurunan.

"Dari perspektif siklus, Bitcoin tampaknya telah mencapai posisi yang mirip dengan titik terendah historisnya di masa lalu," kata Crypto Dan.

Meskipun berada di zona harga rendah, investor Michael Terpin memperkirakan harga Bitcoin masih berpotensi merosot hingga ke kisaran US$43.500 sebelum membentuk pemulihan yang stabil.

"Salah satu ciri khas dasar pasar adalah harga tidak langsung melonjak kembali," ujar Terpin dalam wawancara dengan Cointelegraph.

Ia menegaskan bahwa siklus empat tahunan halving tetap berlaku dan aksi pelepasan aset oleh investor institusional masih terus berlangsung.

"Saya pikir kita masih mengikuti halving," kata Terpin, menekankan bahwa "institusi benar-benar menjual."

Secara teknikal, indikator Mayer-Puell Valuation Composite dari analis Amr Taha mencatat sinyal undervalued ketiga sejak Februari 2026. Saat ini, Bitcoin masih tertahan di area batas likuiditas utama antara US$61.500 hingga US$62.000.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed