AS Bersiap Hadapi Australia dalam Laga Ekonomi Komoditas

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional sepak bola Amerika Serikat dijadwalkan bertanding melawan Australia dalam laga Grup D Piala Dunia 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini tidak hanya krusial untuk fase grup, tetapi juga mencerminkan persaingan ketat kedua negara raksasa dalam sektor energi dan pangan global. Dilansir dari CNBC Indonesia, kedua negara memiliki kekuatan seimbang di sektor batu bara dengan volume produksi yang mirip.

Amerika Serikat mencatatkan produksi sebesar 464,6 juta ton pada 2024, sedangkan Australia memproduksi 462,9 juta ton, di mana masing-masing menyumbang sekitar 5 persen dari pasokan dunia. Meskipun produksinya setara, Australia lebih mendominasi pasar ekspor global terutama untuk jenis batu bara kokas yang digunakan dalam industri baja. Sebaliknya, sebagian besar hasil produksi batu bara Amerika Serikat dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan domestik mereka sendiri.

Pada sektor gas alam cair atau LNG, data The World LNG Report 2024 dari International Gas Union menunjukkan Amerika Serikat memimpin kapasitas produksi global sebesar 91 juta ton per tahun. Australia menempel ketat di posisi kedua dengan kapasitas produksi mencapai 88 juta ton per tahun.

Fleksibilitas pasar menjadi pembeda, di mana pasokan LNG Amerika Serikat mampu menjangkau Eropa dan Asia berkat lonjakan produksi shale gas. Sementara itu, Australia memanfaatkan kedekatan geografis untuk menjadi pemasok utama bagi negara-negara pembeli besar di kawasan Asia Pasifik. Untuk sektor pangan, data USDA periode 2025/2026 mencatat produksi daging sapi Amerika Serikat mencapai 11,84 juta metrik ton atau 19 persen dari produksi global. Jumlah produksi raksasa tersebut menempatkan Amerika Serikat di peringkat kedua dunia, berada di bawah Brasil.

Australia menempati peringkat ketujuh dunia dengan memproduksi 2,89 juta metrik ton daging sapi, namun komoditas mereka lebih berfokus pada pasar ekspor karena jumlah penduduk domestik yang kecil. Mayoritas daging sapi hasil produksi Amerika Serikat justru habis dikonsumsi oleh pasar dalam negeri mereka. Persaingan ketat juga terjadi pada komoditas gandum musim 2025/2026, di mana produksi Amerika Serikat mencapai 54,01 juta ton dan Australia sebesar 35,99 juta ton. Kendati volume produksinya berbeda jauh, angka ekspor gandum keduanya hampir seimbang dengan Amerika Serikat di angka 24,5 juta ton dan Australia sebesar 24,0 juta ton.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed