Polisi Palembang Buru Pembuat Konten Duel Pipa Palsu di Jalan Perwari
Aparat Polsek Ilir Timur II Polrestabes Palembang memburu sekelompok remaja yang membuat video duel menggunakan potongan pipa menyerupai senjata tajam di Jalan Perwari, Palembang, Jumat sore, 24 Juli 2026.
Video berdurasi 17 detik itu sempat menimbulkan kepanikan warga karena dianggap bentrokan bersenjata tajam di depan Universitas IBA. Polisi menyelidiki dan memeriksa saksi di lokasi, menemukan alat yang digunakan bukan senjata tajam melainkan potongan pipa.
Kapolsek IT II Polrestabes Palembang AKP Firmansyah mengatakan, "Dari hasil penyelidikan sementara, alat yang digunakan bukan senjata tajam, melainkan potongan pipa, personel juga menganalisis bahwa aksi tersebut diduga hanya untuk pembuatan konten."
Polisi terus menyelidiki dan berupaya mengidentifikasi para pelaku agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. "Kami mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak membuat konten yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun menimbulkan kepanikan di masyarakat," ujar AKP Firmansyah.
Meski tidak ada korban atau penggunaan senjata asli, polisi menegaskan rekayasa perkelahian di tempat umum dapat dikenai sanksi. Petugas juga memperketat patroli di Jalan Perwari menyusul keluhan warga terkait kerumunan remaja yang kerap berkumpul hingga malam hari.
AKP Firmansyah menambahkan, "Anggota sudah melakukan pengecekan dan memeriksa saksi di sekitar lokasi. Menurut keterangan saksi, apa yang dilakukan remaja tersebut hanya untuk konten karena senjata yang digunakan bukan senjata tajam tapi patahan pipa." Pemeriksaan rekaman dan pengumpulan bukti masih berlangsung oleh tim operasional Polsek IT II.
Polisi berkomitmen menindak tegas pembuat video yang menimbulkan keresahan. "Para pembuat konten akan kami cari dan dimintai keterangan terkait pembuatan konten yang meresahkan masyarakat Palembang," tegas Firmansyah.
Kepolisian juga mengimbau orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah guna mencegah kejadian serupa. "Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Jangan sampai membuat konten yang dapat mengganggu ketertiban atau menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat," kata Firmansyah.
Warga sekitar Jalan Perwari menyatakan perkelahian antar remaja di kawasan itu sering terjadi. Soni, seorang warga, menyampaikan, "Kejadian seperti ini sudah sering. Biasanya mereka datang bergerombol, kumpul dengan kelompok masing-masing, setelah itu baru saling serang.
Kebanyakan yang terlibat masih anak-anak sekolah." Ia berharap polisi rutin melakukan patroli untuk mencegah kejadian serupa.
Polisi menegaskan akan terus memantau dan mendalami kasus ini serta meningkatkan patroli di wilayah rawan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow