Polri Ekspor 100 Ton Jagung Hasil Panen Raya ke Malaysia
Kepolisian Republik Indonesia bersiap mengekspor 100 ton jagung hasil panen raya kuartal II di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menuju Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Sabtu (16/5/2026).
Rencana komoditas ekspor tersebut menjadi bagian dari laporan capaian program ketahanan pangan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di wilayah tersebut. Institusi kepolisian mencatat total potensi hasil dari panen raya jagung serentak kali ini mencapai angka sekitar 1,23 juta ton.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa lahan penanaman komoditas pembantu ketahanan pangan yang dipanen secara serentak tersebut memiliki total luas mencapai 189.760 hektare.
"Selanjutnya pada hari ini dengan dipimpin Bapak Presiden kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 189,760 hektare, dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton," ucap Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri.
Pihak kepolisian memastikan bahwa aktivitas perdagangan internasional ini turut memberikan dampak ekonomi berupa margin keuntungan langsung bagi para petani lokal melalui pelibatan koperasi.
"Sebanyak 100 ton hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat," ungkap Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri.
Komoditas tersebut dibeli dari petani lokal dengan harga Rp6.500 per kilogram, sebelum kemudian didistribusikan ke negara tetangga dengan nilai jual yang lebih tinggi.
"Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp 6.500 kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp 7 ribu per kg, dengan demikian diperoleh margin keuntungan Rp 500/kg," imbuh Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri.
Selain sektor tanaman pangan, Kepala Korps Bhayangkara juga melaporkan perkembangan fasilitas penunjang gizi yang kini sudah dioperasikan oleh institusi kepolisian di berbagai daerah.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan saat ini Polri telah memiliki 1.376 SPPG.
Capaian serta peran aktif kepolisian dalam mendukung program swasembada pangan nasional ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Negara.
"Saya melihat peran Polri luar biasa, dari sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus ya harus kita akui bagus, kalau baik ya harus kita akui baik," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Kepala Negara menilai kepemimpinan yang kuat dalam tubuh institusi penegak hukum tersebut berhasil menciptakan tatanan kerja organisasi yang berjalan dengan optimal.
"And kalau dalam organisasinya baik, berarti pemimpinnya baik, iya kan?" kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Presiden kemudian memberikan perumpamaan pengelolaan organisasi dengan manajemen sebuah tim olahraga untuk menggambarkan pentingnya mempertahankan kepemimpinan yang sukses.
"Kalau tim kesebelasan sepakbola menang, ya berarti manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, kontrak diperpanjang. bener kan? Kalau nggak beres copot, sederhana," sambung Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Prabowo menambahkan bahwa evaluasi berbasis performa dan hasil nyata di lapangan merupakan sebuah hal yang wajar dalam berorganisasi.
"Ini namanya hidup. Jadi jangan kau pengin jadi kapten kesebelasan sepakbola kalah...kalah...kalah pengin diperpanjang terus, ya enggak," lanjut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow