Portal Sirip Malioboro Sulitkan Lansia Kursi Roda dan Tuai Evaluasi
Rencana pemberlakuan area pejalan kaki sepenuhnya di Malioboro kembali mendapat perhatian publik. Pemasangan portal di jalan-jalan penghubung kawasan tersebut menuai kritik lantaran menyulitkan akses warga, seperti dilansir dari Detik Travel. Sorotan publik menguat usai rekaman video dari akun Instagram @jogja_admin beredar di media sosial.
Unggahan tersebut menampilkan seorang lansia pengguna kursi roda yang mengalami kesusahan saat berupaya melewati barikade portal berwarna hijau-kuning di Jalan Sosrowijayan. Proses melintas tersebut membutuhkan usaha ekstra dari pendamping dan warga sekitar. Beberapa warga yang berada di lokasi terlihat ikut turun tangan membantu lansia tersebut agar bisa melewati pembatas jalan.
Unggahan media sosial itu menyoroti ketiadaan akses bagi warga difabel mau pun warga lanjut usia. Jalur pembatas yang terpasang dinilai memaksa pejalan kaki melompati pagar atau membungkuk sangat rendah demi bisa melintas.
Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat agar pemerintah mengkaji ulang desain fasilitas tersebut. Pihak terkait diharapkan mampu menghadirkan desain pembatas jalan yang tetap ramah serta dapat diakses oleh seluruh kalangan. Merespons kendala tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menyatakan siap melakukan peninjauan kembali. Meski belum mengetahui detail peristiwa dalam video viral itu, Erni menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan.
"Maturnuwun infonya ya, nanti kami diskusi lagi sebagai langkah evaluasi ya," kata Erni saat dihubungi. Tanggapan senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning. Pihaknya mengapresiasi perhatian warga terhadap kebijakan pemerintah daerah dan berjanji menjadikannya masukan berharga bagi para pembuat keputusan.
"Terimakasih atas atensi untuk kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Akan menjadi input bagi pengambil kebijakan," jelas Daning. Pemasangan 13 titik portal di jalan sirip Malioboro telah dilakukan sejak awal Juli lalu.
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju kawasan Malioboro Full Pedestrian yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir November 2026. Pemasangan barikade tersebut bertujuan menghalau kendaraan roda dua dan roda empat yang kerap menerobos masuk. Selain mencegah pelanggaran lalu lintas, portal difungsikan sebagai manajemen sirkulasi kendaraan untuk menekan kepadatan lalu lintas.
Pemerintah berencana menerapkan sistem buka-tutup portal secara terjadwal saat skema pejalan kaki resmi beroperasi penuh. Erni menegaskan bahwa sistem yang digunakan bukanlah penutupan jalan secara permanen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow