Prabowo Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan dan Ekonomi Nasional

Smallest Font
Largest Font

Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa ditegaskan sebagai orientasi utama dari capaian pertumbuhan ekonomi serta masuknya investasi ke Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menggarisbawahi bahwa tingginya angka pertumbuhan maupun arus modal tidak akan berarti jika tidak dirasakan secara langsung oleh publik.

"Saya tegaskan di hadapan majelis ini bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," kata Presiden Prabowo Subianto.

Ia menuntut agar masuknya modal dapat memberikan dorongan nyata bagi lapangan kerja dan perbaikan tingkat kehidupan masyarakat umum.

"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh seluruh rakyat kita kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup," ujarnya.

Di tengah kondisi global yang penuh dinamika, perselisihan geopolitik dan hambatan rantai pasok dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dalam negeri. Krisis internasional yang melanda kawasan Eropa hingga Timur Tengah menuntut Indonesia untuk tidak terus menggantungkan pasokan dari luar.

"Saudara-saudara sekalian, kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah dan berbagai tempat lain di dunia. Seluruh dunia mengalami tekanan rantai pasok dan tekanan ekonomi," kata Presiden Prabowo Subianto.

Upaya memperkuat ketahanan domestik dipandang sebagai langkah antisipasi terpenting saat terjadi perubahan situasi global secara mendadak.

"Dalam keadaan seperti ini Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri. Kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar. Karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita tetap harus survive," jelasnya.

Agenda pidato kenegaraan ini dihadiri oleh 629 anggota MPR RI, jajaran pimpinan lembaga tinggi negara, serta para ketua umum partai politik. Presiden Prabowo dijadwalkan kembali menyampaikan pidato kedua pada pukul 14.30 WIB untuk memaparkan RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed