Pramugari dan Pilot Berisiko Tinggi Meninggal Akibat Kanker Radiasi
Pramugari dan pilot menjadi dua profesi dengan risiko kematian tertinggi akibat kanker yang dipicu oleh paparan radiasi kosmik. Temuan ini terungkap dalam penelitian ilmiah yang diterbitkan oleh JAMA Internal Medicine pada Senin, 17 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Studi yang menganalisis lebih dari 1 juta sertifikat kematian secara nasional tersebut meneliti angka kematian akibat kanker yang terkait radiasi, seperti leukemia, limfoma, mieloma multipel, kanker kulit, payudara, tiroid, prostat, serta sistem saraf pusat.
Dari 500 lebih profesi yang dianalisis, awak kabin menempati posisi teratas dan pilot berada di urutan kedua. Para peneliti mencatat bahwa pramugari atau pramugara memiliki peluang meninggal akibat kanker radiasi 50 persen lebih tinggi dibandingkan populasi pekerja umum. Sementara itu, kelompok pilot mencatatkan peluang kematian 36 persen lebih tinggi untuk jenis penyakit yang sama.
Tingginya risiko tersebut dipicu oleh paparan radiasi kosmik dari luar angkasa yang jauh lebih besar di ketinggian penerbangan. Tingkat ancaman fatalitas ini bahkan melampaui risiko yang dihadapi oleh orang-orang yang bekerja langsung dengan bahan radioaktif di darat.
Meski demikian, tim peneliti mengakui adanya sejumlah keterbatasan dalam analisis data tersebut. Peneliti tidak dapat mengukur tingkat pasti paparan radiasi yang diterima setiap individu di udara maupun dari sumber lain, serta terdapat kemungkinan salah klasifikasi pekerjaan pada sertifikat kematian. Risiko kanker pada profesi penerbangan ini juga berpotensi diperburuk oleh faktor non-radiasi. Gangguan jam internal tubuh akibat fenomena jet lag, melintasi perbedaan zona waktu, dan jadwal kerja tidak teratur turut menjadi variabel pendukung yang memperbesar ancaman kesehatan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow