Prancis Menjaga Ketenangan Menjelang Laga Kontra Senegal di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Prancis membawa ambisi besar dan fokus tinggi menjelang laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Rabu, 17 Juni 2026 dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi Les Bleus yang bertekad menghapus memori buruk kekalahan dari lawan yang sama pada laga pembuka Piala Dunia 2002 silam. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa seluruh penggawa skuad berada dalam kondisi siap tempur.

Presiden FFF Philippe Diallo memberikan penilaian positif mengenai kondisi internal tim asuhan Didier Deschamps beberapa menit sebelum pertandingan dimulai melalui saluran beIN SPORTS.

"Je sens beaucoup de sérénité dans l’équipe. Elle mêle à la fois une forme d’humilité et une grande ambition pour ce tournoi. Enfin, il y a une impatience de rentrer sur le terrain pour commencer véritablement cette Coupe du monde," kata Philippe Diallo, Presiden FFF.

Diallo kemudian menambahkan bahwa para pemain internasional Prancis telah menunjukkan dedikasi tinggi selama masa persiapan di pemusatan latihan.

"Tout le monde est prêt. Les joueurs sont sereins. À eux de jouer," ujar Philippe Diallo, Presiden FFF.

Manajemen tim juga memberikan pujian terhadap profesionalisme yang ditunjukkan oleh para pemain Prancis yang dinilai sudah terbiasa dengan tekanan atmosfer pertandingan tingkat tinggi.

"Ils sont très concentrés, ils ont beaucoup travaillé depuis qu’ils sont là. Ce sont des joueurs qui ont l’habitude du très haut niveau et des grands matchs," tutur Philippe Diallo, Presiden FFF.

Di sisi lain, pelatih kepala Prancis Didier Deschamps memberikan peringatan mengenai pentingnya mengelola faktor emosional di dalam lapangan pada pertandingan pertama fase grup.

"The first match is very important but it’s not decisive. Starting with a win in a four-team group is ideal and always the objective," ucap Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps menilai atmosfer di sekitar pertandingan pembuka berpotensi memengaruhi kondisi psikologis beberapa pemain di timnya.

"But the one thing we can’t measure or quantify is the emotional aspect. Some players might tense up with the atmosphere around the match," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Selain laga Prancis melawan Senegal, rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 juga menggelar pertandingan berat lainnya di grup berbeda, termasuk laga Argentina melawan Aljazair di Kansas City dan Norwegia menghadapi Irak.

Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni turut mengonfirmasi kondisi kebugaran kapten timnya, Lionel Messi, yang sempat mengalami cedera hamstring sebelum turnamen dimulai.

"Everyone wants to see him out on the pitch, not just Argentines, because of the impact he has on people," kata Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.

Scaloni menegaskan peran vital sang pemain nomor 10 dalam skema permainan tim nasional Argentina di turnamen kali ini.

"He has always been crucial for us and now he will be even more so. He looks good," ujar Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.

Kesiapan Messi juga mendapatkan pengakuan dari rekan setimnya di sektor pertahanan, Nicolas Otamendi, yang menilai sang kapten memiliki mentalitas kompetitif yang tinggi.

"He’s a competitive animal," tutur Nicolas Otamendi, Bek Tengah Argentina.

Otamendi menyebut kehadiran Messi memberikan motivasi tambahan bagi seluruh elemen tim untuk terus menunjukkan performa maksimal.

"He forces you to keep trying, he doesn’t let you relax," kata Nicolas Otamendi, Bek Tengah Argentina.

Pada pertandingan lain, pelatih Norwegia Stale Solbakken menaruh harapan besar pada debut penyerang Erling Haaland di putaran final Piala Dunia saat bersua Irak.

"Hopefully he’ll have a very big impact," harap Stale Solbakken, Pelatih Norwegia.

Di kubu lawan, pelatih Irak Graham Arnold menegaskan bahwa timnya tidak ingin sekadar menjadi pelengkap turnamen dan menargetkan hasil mengejutkan.

"We’ve got to perform to our best and try to shock the world," ujar Graham Arnold, Pelatih Irak.

Arnold menambahkan bahwa status non-unggulan membuat timnya tampil tanpa beban untuk mengincar kemenangan.

"Qualification is not enough. I want more," tegas Graham Arnold, Pelatih Irak.

Pernyataan tersebut sekaligus menutup persiapannya menjelang pertandingan pembuka Grup setelah beberapa negara lain seperti Spanyol, Iran, Belgia, dan Uruguay telah menyelesaikan laga perdana mereka.

"We’ve only got everything to win and not to lose," kata Graham Arnold, Pelatih Irak.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed