Presiden Javier Milei Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Presiden Argentina Javier Milei mengumumkan penetapan hari libur nasional bagi seluruh warganya setelah tim nasional sepak bola mereka finis sebagai runner-up Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut disampaikan melalui media sosial menyusul kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol dalam laga final di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu waktu setempat.

Pemerintah menyerahkan penentuan tanggal libur tersebut kepada para pemain dan staf kepelatihan Albiceleste, seperti dilansir dari detikcom dan Bola.com. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan keras skuad asuhan Lionel Scaloni yang gagal mempertahankan gelar juara bertahan setelah kebobolan gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.

Meskipun timnya menelan kekalahan pahit, kepala negara memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pemain di lapangan hijau.

"PERAYAAN DUNIA. Mengingat adanya perhatian terkait perayaan atas pencapaian Tim Nasional Argentina, saya memberitahukan kepada masyarakat bahwa, bergantung pada keputusan para pemain dan staf teknis mengenai hari perayaannya, hari tersebut akan ditetapkan sebagai hari libur nasional," kata Milei.

Sebelumnya, sang presiden memilih tidak hadir langsung di stadion karena alasan takhayul, dan memilih menonton dari kediaman resminya menggunakan jaket tertentu demi membawa keberuntungan.

"Terima kasih banyak, para pemain...!!! Berjuang habis-habisan hingga akhir, Argentina selalu di puncak," sebut Milei.

Selain dukungan dari presiden, mantan bintang timnas Angel Di Maria juga memberikan pesan emosional melalui Instagram untuk membangkitkan moral rekan-rekannya yang harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Enzo Fernandez.

"Sebuah negara bangga pada kalian. Sebuah negara kembali bersatu berkat cinta dan keberanian yang kalian tonjolkan di Piala Dunia ini. Kalian adalah sejarah, kalian adalah legenda, dan tak seorang pun yang bisa merampas itu dari kalian.

Tim nasional terbaik dalam sejarah negara kita. Lima final berturut-turut, tak seorang pun yang akan bisa merampas itu dari kalian. TERIMA KASIH BANYAK ATAS SEMUANYA." kata Di Maria seperti dikutip Goal.com.

Ritual takhayul juga diakui oleh internal tim, di mana pelatih selalu menginjak lapangan dengan kaki kanan terlebih dahulu.

"Saya sudah melakukannya sejak mulai bermain sepak bola dan tidak akan pernah berhenti. Apa pun hasil pertandingannya," kata Scaloni.

Kekalahan ini membuat Argentina menyamai rekor Jerman sebagai tim yang paling sering menjadi runner-up, sementara Lionel Messi mengakhiri turnamen di posisi kedua pencetak gol terbanyak dengan delapan gol pada usia 39 tahun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed