Presiden Korea Selatan Desak Kesepakatan Jelang Mogok Kerja Samsung
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Senin mendesak keseimbangan antara hak pekerja dan manajemen perusahaan menjelang rencana mogok kerja 18 hari di Samsung Electronics yang mengancam stabilitas ekonomi negara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Lee Jae Myung melalui sebuah unggahan di media sosial X untuk menanggapi potensi kelumpuhan produksi di raksasa teknologi yang menyumbang 12,5 persen dari produk domestik bruto Korea Selatan itu.
"labor must be respected as much as business, and corporate management rights must be respected as much as labor rights." kata Lee Jae Myung, Presiden Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan terus mendorong agar Samsung Electronics dan serikat pekerjanya mencapai kesepakatan sebelum pemogokan dijadwalkan mulai pada 21 Mei, dengan negosiasi putaran akhir yang berlangsung pada hari Senin.
"Excess is not beneficial; extremes lead to reversal," tambah Lee Jae Myung.
Sementara itu, Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok menyatakan bahwa pemerintah akan menjajaki semua tindakan respons yang memungkinkan termasuk penyesuaian darurat jika aksi industri tersebut berisiko menimbulkan kerusakan signifikan.
"the economic losses we will face will be beyond imagination." kata Kim Min-seok, Perdana Menteri Korea Selatan.
Berdasarkan hukum Korea Selatan, menteri ketenagakerjaan dapat menggunakan wewenang tersebut untuk menangguhkan aksi industri selama 30 hari jika perselisihan dinilai membahayakan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Koo Yun Cheol juga memberikan penegasan serupa melalui unggahan di media sosial X pada pekan lalu yang menekankan pentingnya posisi perusahaan di kancah global.
"strikes must never happen under any circumstances." tulis Koo Yun Cheol, Menteri Keuangan.
Koo Yun Cheol menambahkan bahwa mengingat situasi manajemen saat ini dan dampaknya terhadap perekonomian nasional, kedua belah pihak harus terus berupaya mencapai negosiasi yang berprinsip.
"Samsung Electronics is an important company that the world is watching," tulis Koo Yun Cheol.
Pihak manajemen Samsung dilaporkan oleh kantor berita Yonhap telah menawarkan alokasi 10 persen keuntungan operasional untuk bonus, tetapi serikat pekerja menuntut 15 persen dan penghapusan batas pembayaran bonus.
Chairman Samsung Lee Jae-yong menyampaikan permohonan maaf publik yang jarang terjadi kepada para pelanggan di seluruh dunia karena telah menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan akibat perselisihan ini.
"worry and anxiety," kata Lee Jae-yong, Chairman Samsung.
Serikat pekerja Samsung Electronics membantah klaim dampak ekonomi sepihak dari pemerintah dan menyatakan bahwa penghentian produksi sebelumnya hanya terjadi untuk inspeksi serta pemeliharaan peralatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow