Presiden Prabowo Kirim Bantuan Udara Tangani Karhutla Way Kambas

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah pusat menyalurkan bantuan armada udara dan alat pemadam untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang melahap 100,74 hektare kawasan Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Selasa (25/8/2026). Dua helikopter water bombing yang dikirim langsung dari Palembang dan Jawa Timur disiagakan guna menjangkau titik panas yang sulit ditembus melalui jalur darat. Selain armada udara, pemerintah pusat mengucurkan bantuan berupa 20 unit pompa air, selang sepanjang 3 kilometer, tank fleksibel, serta drone penyemprot berkapasitas 16 hingga 100 liter.

Penguatan operasi penanganan di lapangan ini dibahas langsung dalam rapat koordinasi melalui konferensi video antara Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Lampung dan jajaran Forkopimda. Berdasarkan pemetaan petugas, penanganan ini difokuskan pada 79 titik panas yang berada di kawasan habitat 11 kelompok gajah liar serta populasi badak.

"Iya siang ini dilakukan water Bombing, Helikopter BNPB sudah terbang dari Palembang," kata Humas Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Riri Fitriandi.

Riri menjelaskan bahwa peristiwa karhutla ini pertama kali terpantau sejak Jumat (21/8/2026) di wilayah Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet. Petugas di lapangan terus berpacu dengan waktu karena medan yang berat serta sumber air yang terbilang jauh dari lokasi. "Apinya sudah padam, tadi pagi sempay muncul lagi asap, tapi teman-teman tim gabungan langsung kejar," ujar Riri Fitriandi.

Meski kobaran api utama berhasil dipadamkan, petugas gabungan tetap melanjutkan proses pendinginan dan penyekatan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api dari bara yang tersimpan di bawah hamparan alang-alang kering. "Bukan water bombing aja, tim tetap di lapangan, semuanya jalan terus," kata Riri Fitriandi.

Guna memaksimalkan penyisiran di wilayah terisolasi, TNI menerjunkan satuan elit Tim Alfa. Tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga balai konservasi memanfaatkan pengawasan drone berkamera termal untuk memetakan tanah yang berpotensi menyimpan bara api. "Hari ini kita melanjutkan terus proses pemadaman api, spot-spot yang masih memungkinkan terjadi kebakaran," kata Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Pangdam menerangkan bahwa pemantauan udara dengan sensor termal sangat krusial untuk menemukan titik panas berpola warna kuning hingga merah sebelum diterobos oleh pasukan darat.

"Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan termal, di mana kira-kira titik-titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menimbulkan kebakaran," ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Operasi ini menggabungkan penanganan titik api berakses sulit dengan koordinasi lintas instansi secara menyeluruh. "Sesuai instruksi dari Bapak Presiden dan Panglima TNI, kita terjunkan di tempat-tempat yang masih memungkinkan hotspot itu ada, sehingga bisa lebih mempercepat proses pemadaman api," kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Sinergi personel lapangan juga ditujukan untuk menutup rapat celah munculnya potensi kebakaran baru di kawasan konservasi.

"Ini bentuk kolaborasi kita bersama dalam rangka kita mempercepat proses pemadaman, sehingga tidak ada lagi titik-titik api yang memungkinkan terjadinya kebakaran," ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Penyemprotan dari udara menggunakan drone berkapasitas besar turut diprioritaskan untuk melindungi satwa prioritas yang mendiami TNWK. "Sore ini juga kita datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter, sehingga bisa bolak-balik ngisi, diterbangkan ke tempat-tempat yang memang susah dijangkau dengan jalan kaki," kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Langkah pencegahan ekstra diambil demi memastikan keberlangsungan ekosistem dan keselamatan fauna langka dari paparan asap maupun kobaran api. "Kita bisa mengamankan taman nasional ini, termasuk mencegah jangan sampai adanya hewan-hewan yang memang kita lindungi, gajah-gajah yang kita lindungi, badak, terdampak dari kebakaran hutan ini," ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang melalui sosialisasi dan edukasi kelestarian lingkungan kepada masyarakat pemukim di sekitar TNWK. "Tentunya salah satu langkah mitigasi yang bakal kami lakukan yakni meningkatkan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNWK," kata Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Warga yang bermukim di pinggiran kawasan diminta bertindak aktif sebagai garda terdepan dalam merespons munculnya paparan api awal.

"Jadi kami juga meminta kepada masyarakat sekitar TNWK segera padamkan apabila mereka melihat sumber api yang masih dalam sekala kecil," ujar Jihan Nurlela.

Apabila kobaran api membesar dan tidak terkendali, warga diimbau untuk segera melapor kepada petugas terdekat guna mempercepat tindakan penanggulangan. "Kolaborasi antara aparat keamanan, pengelola kawasan konservasi, masyarakat, dan komunitas lingkungan dinilai penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat berdampak terhadap kelestarian ekosistem TNWK," kata Jihan Nurlela. Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi secara berkala bersama TNI, Polri, dan Balai TNWK demi memantau kemunculan titik panas baru di kawasan tersebut.

"Melalui sinergi tersebut, upaya perlindungan kawasan TNWK diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, dan petugas, tetapi juga menjadi kepedulian bersama seluruh masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi," ujar Jihan Nurlela.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed