Produser Musik Tay Keith Meninggal Dunia di Apartemen Tennessee

Smallest Font
Largest Font

Produser musik peraih nominasi Grammy, Tay Keith, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Nashville, Tennessee, berdasarkan keterangan dari Kepolisian Nashville yang dilansir BBC pada Kamis, 18 Juni 2026.

Aparat kepolisian menemukan pria berusia 29 tahun tersebut dalam keadaan tidak bernyawa setelah melakukan pemeriksaan kesejahteraan. Pihak kepolisian menyatakan tidak ada dugaan tindak pidana dalam kematian tersebut, meskipun penyebab pastinya baru akan diumumkan setelah proses autopsi selesai dilakukan.

Pria bernama asli Brytavious Chambers ini dikenal luas atas kontribusinya dalam memproduseri lagu hit "Sicko Mode" milik Travis Scott yang membawanya meraih nominasi Grammy Award pertama pada tahun 2019. Pada tahun 2024, ia kembali masuk dalam nominasi kategori lagu rap terbaik untuk lagu "Rich Flex" yang dinyanyikan oleh Drake dan 21 Savage. Sepanjang kariernya, produser kelahiran Memphis ini telah bekerja sama dengan deretan musisi papan atas seperti Eminem, Beyoncé, Lil Baby, Sexyy Red, dan J Cole.

Kepergian Chambers memicu respons dari rekan sesama musisi, termasuk rapper asal Memphis, BlocBoy JB, yang telah mengenalnya sejak usia 14 tahun melalui sebuah unggahan di media sosial Instagram.

"We talked everyday yeen tell me you was leaving," tulis BlocBoy JB, Rapper.

Unggahan tersebut juga menyertakan log panggilan telepon yang menunjukkan bahwa keduanya sangat sering berkomunikasi. Selain pencapaian di dunia musik, Chambers berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Music pada tahun lalu berkat gaya produksinya yang kental dengan pengaruh musik Memphis.

Karier musik Chambers dimulai ketika ia masih menempuh studi di Middle Tennessee State University hingga berhasil meraih gelar sarjana di bidang studi terintegrasi dan manajemen media. Dalam sebuah wawancara dengan majalah universitas pada tahun 2020, Chambers merefleksikan keputusannya untuk tetap menyelesaikan pendidikan tingginya.

"There wouldn't be any point for me to come to college if I didn't want to finish it — I could have just focused 100% on music," kata Brytavious Chambers, Produser Musik.

Chambers memilih bertahan di dunia akademik meskipun popularitasnya di industri musik global sedang meningkat pesat saat itu.

"By my last week of college, I had my first No. 1 single, so it didn't make any sense to drop out," kata Brytavious Chambers, Produser Musik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    1
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed