Produser Tay Keith Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemen Nashville
Metro Nashville Police mengonfirmasi bahwa produser musik yang pernah masuk nominasi Grammy, Brytavious Chambers atau yang dikenal sebagai Tay Keith, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Martin Street, Nashville, pada Kamis sore.
Kepolisian setempat menyatakan bahwa jenazah pria berusia 29 tahun tersebut ditemukan oleh petugas yang sedang melakukan pemeriksaan kesejahteraan, dan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.
Dilansir dari WSMV, penyebab kematian Chambers saat ini belum ditentukan dan pihak kepolisian menyatakan status kematiannya masih belum diklasifikasikan sembari menunggu hasil autopsi resmi keluar.
Chambers meraih kesuksesan besar di industri musik global melalui keterlibatannya dalam memproduksi lagu-lagu hit seperti "Sicko Mode" milik Travis Scott, serta berkolaborasi dengan artis besar seperti Drake, Beyoncé, Eminem, dan Cardi B.
Sebelum kabar duka ini dikonfirmasi polisi, rumor kematian sang produser sempat beredar luas di media sosial setelah rapper BlocBoy JB yang merupakan kolaborator dekatnya mengunggah pesan duka melalui Instagram Stories.
"No foul play is suspected," kata polisi Metro Nashville Police.
Pihak kepolisian menambahkan rincian lebih lanjut mengenai proses penemuan jenazah sang produser musik di dalam kamar apartemennya.
"He was found dead in his Martin St apt this afternoon by officers performing a welfare check. His death is unclassified pending autopsy results." bunyi pembaruan dari kepolisian.
Pencapaian Chambers di industri musik juga diakui oleh Forbes yang memasukkannya ke dalam daftar 30 Under 30 Music pada tahun 2025 berkat label rekaman Drumatized yang didirikannya bersama Cambrian Strong.
"At 23, Tay Keith became a Grammy-nominated producer for his work on Travis Scott’s ‘Sicko Mode,’ adding to his roster of clients like Cardi B, Eminem and music’s ‘Queen B’ Beyoncé," tulis daftar Forbes.
Selain masuk daftar bergengsi tersebut, Forbes juga mencatat bahwa Chambers dianugerahi penghargaan sebagai produser terbaik tahun ini dalam ajang BMI Awards pada tahun 2024.
Chambers sendiri merupakan lulusan Middle Tennessee State University (MTSU) pada Desember 2018 dengan gelar di bidang studi terintegrasi dan manajemen media, di mana ia tetap berkomitmen menyelesaikan kuliahnya meski karier musiknya sedang melejit.
"There wouldn’t be any point for me to come to college if I didn’t want to finish it — I could have just focused 100% on music," kata Chambers seperti dikutip dari MTSU.
Selama menjalani masa kuliah yang padat, Chambers harus membagi waktu dengan sangat ketat antara jadwal produksi musik di luar kota dan kewajibannya di ruang kelas.
"By my last week of college, I had my first No. 1 single, so it didn’t make any sense to drop out." tambah Chambers.
Chambers juga menceritakan pengalamannya yang harus langsung menuju ke kampus setelah melakukan penerbangan dari New York demi mengikuti ujian di hari yang sama.
"I remember having a flight from New York, and I had a test the same day," kata Chambers.
Bagi Chambers, kedisiplinan dan tekad yang kuat menjadi kunci utama untuk menyelesaikan pendidikan tingginya di tengah kesibukan industri hip-hop.
"So, I flew back from New York that morning, went home, then went straight to class. It was crazy. But if I knew that I could do that, then there wasn’t anything stopping me but myself." jelas Chambers.
Dalam wawancara masa lalu bersama media, Chambers yang lahir di South Memphis menyatakan bahwa musik telah menjadi fokus hidupnya sejak usia remaja menggunakan peralatan sederhana.
"I always knew music was gonna be my outlet," ujar Chambers kepada Fader pada tahun 2018.
Ia memulai karier awalnya dengan mengunggah komposisi musik buatannya ke platform digital sebelum akhirnya dilirik oleh para musisi besar.
"I just didn't know when, or how it was gonna happen." lanjut Chambers.
Selain memproduseri lagu-lagu arus utama, Chambers dikenal jeli melihat potensi musisi baru seperti Sexyy Red lewat lagu "Pound Town" pada 2023 yang sempat menuai reaksi negatif dari orang-orang di sekitarnya.
"People were trolling the shit out of me," kata Chambers kepada Billboard pada tahun 2024.
Chambers memilih untuk mengabaikan kritik tersebut karena ia memercayai kemampuan sang artis sejak awal.
"It wasn’t much good feedback. It was coming from even people around me, ‘What you doing?’ I saw the potential. That’s as simple as it was, me believing in her." tegas Chambers.
Kepergian Chambers meninggalkan duka mendalam bagi rekan sesama musisi, termasuk BlocBoy JB yang langsung menyampaikan rasa kehilangan atas sahabat dekatnya tersebut.
"Damn Cuz You Just Hurt Me Bad," tulis BlocBoy JB.
Melalui unggahan tersebut, ia juga membagikan foto kebersamaan mereka yang merekam jejak kolaborasi panjang keduanya.
"We talked everyday." tambah BlocBoy JB.
Ungkapan duka juga datang dari Hitkidd, produser asal Memphis lainnya, yang menyatakan ketidakpercayaannya atas kabar kepergian Chambers yang mendadak ini.
"I ain’t even got the words, we been doing this since 2010." tulis Hitkidd melalui akun Instagram pribadinya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow