PSS Sleman dan Sleman Berduka atas Meninggalnya Fajar Listyantara
Dunia sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta berduka atas meninggalnya mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara, pada Sabtu dini hari akibat penyakit gagal ginjal di usia 45 tahun.
Fajar menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif dan rutin melakukan prosedur hemodialisis sejak Maret 2026. Ia dikenal sebagai pemain yang berdedikasi tinggi dan pernah membela Timnas U-23 Indonesia.
Akun Instagram resmi PSS Sleman menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah satu mantan pemain terbaik klub tersebut.
"Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Fajar Listyantara, mantan pemain luar biasa untuk PSS Sleman. Terima kasih atas dedikasi, perjuangan, nilai-nilai serta loyalitas yang telah diberikan dan tanamkan untuk PSS Sleman. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan, legenda," tulis akun Instagram PSS Sleman.
Manajemen PSS Sleman juga menyatakan kehilangan figur berharga yang meninggalkan rekam jejak penting dalam sejarah klub.
"Manajemen PSS Sleman menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Markus Fajar Listyantara, salah satu putra terbaik Sleman yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah PSS Sleman," ujar Vita Subiyakti, perwakilan eksekutif PSS.
Vita menegaskan bahwa kontribusi almarhum menjadi teladan yang tak terpisahkan bagi sejarah klub.
"Jejak pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian dari sejarah PSS Sleman dan inspirasi bagi generasi penerus," tambah Vita Subiyakti.
Manajemen juga mengenang amanat terakhir Fajar yang mengajak suporter menjaga sportivitas dan persaudaraan.
"Kami juga mengenang pesan terakhir almarhum yang mengajak seluruh suporter untuk terus menjaga sportivitas, kerukunan, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang sangat berharga bagi sepakbola Yogyakarta dan akan terus kami jaga bersama," ujar Vita Subiyakti.
Vita mengakhiri pernyataannya dengan doa untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
"Manajemen PSS Sleman mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan ini. Sugeng tindak, Mas Fajar. Terima kasih atas setiap dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan. Namamu akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar PSS Sleman, dan semangatmu akan terus hidup di hati Bumi Sembada," tutup Vita Subiyakti.
Ungkapan duka juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
"Hari ini, lapangan hijau dan seluruh masyarakat Sleman diselimuti duka yang mendalam. Kita melepas salah satu putra terbaik, Markus Fajar Listyantara. Sosok legenda yang pernah mendedikasikan hidup, tenaga, dan cintanya untuk mengharumkan nama daerah," tulis Harda Kiswaya, Bupati Sleman, melalui akun Instagram resmi.
Harda menilai dedikasi Fajar mencerminkan nilai kehormatan dan perjuangan tinggi.
"Setiap keringat dan jejak baktinya telah mengukir sejarah yang akan terus menginspirasi generasi muda Sleman dari masa ke masa," tambah Harda Kiswaya.
Unggahan Harda diakhiri dengan penghormatan terakhir bagi legenda sepak bola daerah tersebut.
"Selamat jalan, Legenda. Perjuangan, dedikasi, dan keteladananmu akan selalu hidup dan menyala dalam jiwa sepak bola Sleman," tutup Harda Kiswaya.
Ucapan terakhir datang dari kakak almarhum, mantan pelatih PSS dan PSIM, Seto Nurdiyantoro.
"Selamat jalan Dik, damai di sisi Tuhan," tulis Seto Nurdiyantoro.
Selama kariernya, Fajar dikenal sebagai pelopor lemparan ke dalam jarak jauh dan pernah membela Timnas U-23 Indonesia. Ia mengabdi selama 13 tahun di PSS Sleman, 2 tahun di PSIM Jogja, serta memperkuat PPSM Magelang. Setelah pensiun, Fajar aktif melatih di SSB Potorono U-15.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow