PSSI Proses Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery

Smallest Font
Largest Font

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memulai proses administrasi naturalisasi untuk dua pemain keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery, di Jakarta pada Senin (8/7) demi memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia dalam jangka panjang.

Langkah hukum untuk mengubah kewarganegaraan kedua talenta muda tersebut kini sedang dikebut oleh federasi dengan melibatkan koordinasi intensif antar-lembaga negara, termasuk pemerintah dan DPR. Saat ini, Baker yang bermain sebagai penyerang di klub Amerika Serikat Vermont Green FC, serta Vickery yang beroperasi sebagai penyerang sayap untuk klub Australia Macarthur FC, bahkan sudah berada di Jakarta untuk mengikuti sesi pemusatan latihan bersama skuad Garuda sejak akhir Mei.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa kebijakan mendatangkan pemain keturunan ini merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang guna mengantisipasi risiko keterbatasan umur dan cedera pemain menjelang ajang besar seperti ASEAN Championship 2026, Piala Asia 2027, hingga target Piala Dunia 2030.

"Bismillah, segera suratnya keluar gitu. Ya, kami coba lakukan proses. Tentu ada proses-proses yang harus dilalui baik di pemerintah, di DPR, kami lakukan," kata Erick Thohir.

Federasi menilai fondasi tim nasional harus dipersiapkan sejak dini agar tidak terjadi penurunan kualitas performa yang drastis ketika generasi emas saat ini mulai menua.

"Ya, tapi yang saya bilang, memang beberapa pemain kalau kami tarik sampai 2030 mungkin ada beberapa pemain juga yang usianya nanti 38, 39, kan kami mesti isi kekosongan itu," ucap Erick Thohir.

Di samping memacu program naturalisasi, mantan pemilik Inter Milan tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap mendorong pertumbuhan talenta lokal melalui kompetisi berjenjang seperti Elite Pro Academy dan Piala Soeratin.

"Kami harapkan dari liga lokal juga kontribusi pemain-pemain. Kan, sekarang sudah mulai ada seperti Dony atau yang [Indonesia] U-19 kami lihat juga bisa kontribusi," ujar Erick Thohir.

Kolaborasi antara pilar domestik dan pemain keturunan dipandang sebagai formula terbaik untuk membangun kekuatan nasional dari segala arah.

"Ya, kami coba dari segala arah, semua pemain bisa perkuat tim nasional kita," ucap pria yang juga menjabat sebagai Menpora tersebut saat hadiri latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya.

Urgensi penambahan pemain baru ini semakin nyata mengingat saat ini skuad asuhan John Herdman tengah didera krisis kebugaran, dengan absennya beberapa pilar penting seperti Dean James, Eliano Reijnders, Miliano Jonathan, Jay Idzes, hingga Mees Hilgers yang harus fokus pada pemulihan cedera.

"Belum (selesai), nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar," kata pria yang pernah menjadi pemilik Inter Milan tersebut saat memberikan pembaruan dokumen legalitas di sela persiapan tim.

Meskipun Baker dan Vickery belum bisa diturunkan pada jeda internasional kali ini karena status WNI yang belum resmi, atmosfer positif menyelimuti tim setelah skuad Garuda mencatatkan kemenangan bersejarah 3-0 atas Oman pada laga persahabatan, Jumat (5/6/2026).

"Ya kembali, pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi," katanya menjelaskan terkait alasan penambahan darah keturunan.

Kondisi fisik pemain yang belum pulih total membuat pelatih harus memutar otak demi menjaga konsistensi performa tim nasional di laga-laga berikutnya.

"Seperti Milano Jonathan kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput. Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali. Terus juga kemarin Jay (Idzes) cedera, Mees Hilgers juga belum kembali," tuturnya.

Terlepas dari kendala cedera tersebut, Erick tetap mengingatkan Kevin Diks dan kawan-kawan untuk tidak cepat berpuas diri demi mendongkrak peringkat FIFA Indonesia pada laga FIFA Matchday selanjutnya.

“Ya pasti senang, tapi kan masih ada pertandingan lawan Mozambik. Ranking-nya juga di atas kita 100,” ujar Erick Thohir.

Pertandingan melawan Mozambik yang berada di peringkat 101 dunia itu diproyeksikan menjadi ujian berat berikutnya bagi tim nasional.

“Ya mudah-mudahan kalau kedua pertandingan ini hasilnya baik, kan paling tidak peringkat FIFA-nya juga bisa lebih baik gitu,” ucapnya.

Sesuai jadwal, laga menghadapi Mozambik tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed