PSSI Berpeluang Naturalisasi Pascal Struijk Usai Dicoret Timnas Belgia

Smallest Font
Largest Font

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) berpeluang mendekati bek Leeds United, Pascal Struijk, untuk proyek naturalisasi Timnas Indonesia setelah namanya tidak disertakan pelatih Rudi Garcia ke dalam skuad terbaru Timnas Belgia menjelang Piala Dunia pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Absennya pemain bertinggi 1,90 meter dengan nilai pasar Rp382 miliar itu membuka celah bagi skuad Garuda karena ia belum pernah mencatatkan penampilan resmi bersama tim nasional senior mana pun. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini dapat memantau situasi sang pemain yang memiliki fleksibilitas bermain sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan.

Lahir di Antwerp, Struijk memenuhi syarat membela Belgia, Belanda, dan Indonesia, di mana darah Indonesia berasal dari kakek dan nenek pihak ibunya yang bermigrasi dari Hindia Belanda. Harapan terakhir Struijk untuk berkarier di Eropa kini bergantung pada keputusan pelatih Belanda, Ronald Koeman, yang akan mengumumkan skuad De Oranje pada akhir bulan ini.

Struijk sebelumnya sempat mengungkapkan ketidakpastian mengenai masa depannya bersama tim nasional Belanda saat diwawancarai oleh Voetbal Primeur dan Voetbal Zone pada tahun 2022 lalu.

"Saya membuat pilihan yang jelas, saya ingin bermain untuk tim nasional Belanda," ujar Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Pemain berusia 26 tahun itu menambahkan bahwa dirinya kemudian dicoret dari skuad utama bentukan pelatih kala itu, Louis van Gaal, tanpa adanya komunikasi personal yang mendalam dari sang arsitek tim.

"Biasanya kamu tidak akan ditelepon secara personal. Saya tidak pernah berbicara dengan Van Gaal sama sekali, saya berbicara dengan manajer tim," kata Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Manajemen tim nasional Belanda saat itu hanya menghubungi Struijk untuk memastikan kondisi fisik serta menanyakan status kewarganegaraan gandanya dengan pihak asosiasi sepak bola Belgia.

"Dia menghubungi saya dan menanyakan beberapa hal seperti bagaimana kondisi saya, apakah saya fit, dan sedikit soal situasi saya dengan Belgia," lanjut Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Struijk juga menyayangkan keputusan tim nasional Belanda yang dinilainya tidak memberikan kejelasan mengenai rencana taktis maupun posisi bermain yang akan ia tempati dalam tim.

"Mereka tidak mengatakan posisi apa yang mereka rencanakan untuk saya. Saya pikir mereka hanya memutuskan lewat video saya di mana cocoknya saya bermain," ungkap Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Mengenai asal-usul keluarganya, laporan dari Sportmagazine menyatakan bahwa hubungan emosional Struijk dengan Indonesia berasal dari silsilah keturunan kakek dan neneknya.

"Ya, dari kakek nenek saya yang meninggalkan Hindia Belanda ke Belanda," ujar Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Meskipun menyadari adanya darah keturunan Indonesia yang mengalir dalam tubuhnya, Struijk mengaku tumbuh besar dan merasa lebih dekat dengan kebudayaan di Belanda maupun Belgia.

"Saya punya garis keturunan Indonesia, namun saat ini saya lebih terlibat dengan Belanda dan Belgia. Orang-orang Indonesia sangat tahu kalau saya punya darah Indonesia. Saya tidak tahu bagaimana mereka menemukannya," kata Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Struijk juga merefleksikan bagaimana ia memandang identitas ganda yang dimilikinya terhadap negara asal leluhurnya tersebut hingga saat ini.

"Saya harus mengakui bahwa saya terkadang merasa sedikit orang Indonesia, tetapi kadang juga tidak," ucap Pascal Struijk, Bek Leeds United.

Sementara itu, kontrak Struijk bersama Leeds United masih berjalan hingga musim panas tahun 2027 setelah adanya kesepakatan perpanjangan masa bakti yang diumumkan oleh klub beberapa waktu lalu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed