QFA Pertanyakan Sikap AFC Terkait Kritik Terbuka kepada FIFA

Smallest Font
Largest Font

Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) mempermasalahkan tindakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menerbitkan surat terbuka bersama UEFA dan Concacaf untuk mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino tanpa berkonsultasi dengan anggotanya, sebagaimana dilansir dari Bola.

Presiden QFA Hamad bin Khalifa bin Ahmed Al-Thani menyampaikan keberatan tersebut melalui surat ketiga dalam rangkaian pertukaran surat dengan pihak konfederasi. Langkah AFC memicu perselisihan terbuka yang terbilang langka di tingkat petinggi organisasi sepak bola Asia tersebut.

Perselisihan bermula dari kritik terhadap proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang dikembangkan tanpa konsultasi dengan konfederasi dan ditawarkan langsung ke 211 asosiasi anggota. Kegagalan proposal investasi swasta Piala Dunia membuat Infantino mendapat sorotan tajam menjelang pencalonannya kembali tahun depan, meski Qatar bersama lima anggota AFC lainnya tetap menyatakan dukungan kepada Presiden FIFA tersebut.

Al-Thani menilai tanggapan dari Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa atas keluhan awal justru mempertegas adanya keputusasaan prosedur dalam internal organisasi.

"Jawaban AFC pada dasarnya merupakan pengakuan bahwa tidak ada konsultasi yang dilakukan, baik dengan komite eksekutif AFC, asosiasi anggota secara individual, maupun pihak lainnya, sebelum pernyataan tersebut diterbitkan atas nama mereka," tulis Al-Thani dalam surat yang dikirim pada Rabu.

Al-Thani yang juga bertugas sebagai anggota Dewan FIFA dan komite eksekutif AFC menambahkan bahwa penjelasan AFC terkait substansi FFE maupun rekam jejak pernyataan publik terdahulu tidak menyelesaikan inti masalah.

"Sejauh apa pun jawaban AFC membahas substansi proposal FFE, tindakan FIFA, atau sejarah pernyataan publik AFC, semua itu tidak menjawab pertanyaan sempit yang belum terpilih, yakni apakah anggota AFC telah dikonsultasikan sebelum pernyataan tersebut diterbitkan atas nama mereka," tulis QFA.

Ia menegaskan jawaban atas pertanyaan tersebut sangat jelas dan tidak dapat dibantah.

"Jawabannya tidak."

Sebelumnya, Sheikh Salman membantah tuduhan melampaui kewenangan dan menyatakan memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan tegas demi melindungi kepentingan sepak bola Asia. Presiden AFC asal Bahrain itu juga menilai Qatar terlalu berfokus pada persoalan teknis prosedural.

Respons tersebut ditanggapi Al-Thani dengan menegaskan kembali batas wewenang kepemimpinan konfederasi yang harus didasarkan pada mandat komite eksekutif.

Sheikh Salman sempat mengungkit dukungan publik AFC di masa lalu terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar sebagai contoh tindakan konfederasi dalam isu krusial. Namun, Al-Thani memberikan pandangan berbeda terkait klaim tersebut.

"Jika sebelumnya ada pernyataan yang dibuat untuk mendukung Piala Dunia 2022, pernyataan itu dibuat untuk mencerminkan kepentingan institusional AFC sebagai organisasi dalam keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia di Asia," tulis Al-Thani.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed