Timnas Rumania Menjamu Wales dalam Laga Persahabatan di Bukares
Tim nasional Rumania dijadwalkan menjamu Wales dalam laga uji coba internasional di Stadionul Steaua, Bukares, pada Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 18.45 waktu setempat. Pertandingan pamungkas menjelang jeda musim panas ini menjadi momentum penting bagi kedua negara yang gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dilansir dari laporan talkSPORT, kedua tim menatap laga ini setelah sama-sama meraih hasil imbang 1-1 pada pertandingan hari Selasa sebelumnya. Rumania berbagi angka dengan Georgia di Tbilisi, sementara Wales secara dramatis menyamakan kedudukan saat menghadapi Ghana di Stadion Cardiff City melalui gol sundulan Lewis Koumas.
Pertemuan di ibu kota Rumania ini juga menghadirkan reuni historis bagi manajer Wales, Craig Bellamy, yang akan berhadapan dengan pelatih legendaris Rumania, Gheorghe Hagi. Kenangan pahit membayangi Bellamy saat Hagi menghancurkan harapan kualifikasi Piala Dunia Wales lebih dari tiga dekade silam sewaktu masih aktif bermain.
"Hagi has had a huge impression on our country," ujar Craig Bellamy, Manajer Wales.
Bellamy mengingat bagaimana legenda berusia 61 tahun tersebut mencetak dua gol saat Rumania melibas Wales 5-1 di Bukares, serta kembali membobol gawang Wales dalam kemenangan 2-1 di Cardiff. Hasil tersebut memastikan langkah tri-color menuju Amerika Serikat, sementara Wales harus memecat manajer Terry Yorath saat itu.
"He was an incredible talent, amazing player. He broke our hearts really, watching them go to the World Cup and not our country," kata Craig Bellamy, Manajer Wales.
Bagi kubu Wales, kunjungan ke Eropa Timur ini dihantari catatan minor lantaran mereka belum pernah lagi memenangkan pertandingan persahabatan tandang sejak November 2008. Absennya bek tengah Cardiff, Dylan Lawlor, akibat cedera lutut saat melawan Ghana kian menambah tantangan taktik bagi Bellamy.
"If anyone from the outside world was surprised watching them, we weren't," ucap Craig Bellamy, Manajer Wales.
Sektor pertahanan menjadi sorotan utama bagi kedua kesebelasan menjelang sepak mula di Stadion Steaua. Wales tercatat selalu kebobolan dalam empat laga terakhirnya, sedangkan Rumania hanya mampu membukukan satu kali kemenangan dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi resmi.
"It wasn't just Hagi, it was (Florin Raducioiu), (Ilie) Dumitrescu, (Gheorghe) Popescu. The list could go on, they were littered with incredible players," ujar Craig Bellamy, Manajer Wales.
Ketajaman penyerang muda Rumania, Louis Munteanu, diprediksi menjadi ancaman utama bagi lini belakang tim tamu. Penyerang DC United berusia 23 tahun tersebut tampil impresif dengan torehan tiga gol dari lima penampilannya bersama tim nasional, termasuk gol penyeimbang ke gawang Georgia.
"We were a little bit envious, watching them in the World Cup, because maybe we could have done this against Argentina or Colombia," kata Craig Bellamy, Manajer Wales.
Bellamy menegaskan bahwa timnya mengusung misi untuk mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan ritme permainan di Bukares. Strategi ini dipersiapkan sebagai simulasi taktik sebelum Wales mengarungi kompetisi Nations League Grup A melawan Denmark, Norwegia, dan Portugal pada September mendatang.
"But it was their moment, Hagi's moment as well. He had a huge impression on me because he was a unique, special player," ucap Craig Bellamy, Manajer Wales.
Di sisi lain, laporan dari Paddy Power News menyebutkan laga ini berjalan beriringan dengan rangkaian uji coba internasional lain pada Sabtu malam. Beberapa laga yang digelar di antaranya adalah Amerika Serikat melawan Jerman di Chicago, serta Skotlandia yang ditantang Bolivia menjelang bergulirnya Piala Dunia.
"Our June fixtures are nowhere near, but actually our friendlies are not great when you actually look at the records," kata Craig Bellamy, Manajer Wales.
Rumania diperkirakan menurunkan susunan pemain terbaiknya termasuk duet bek tengah Radu Dragusin dan Bogdan Ilie demi mengamankan kemenangan kandang. Sementara itu, Wales diprediksi memasang striker berpengalaman Kieffer Moore ditopang oleh pergerakan Brennan Johnson dan Lewis Koumas sejak menit awal pertandingan.
"The last time we won away was 2008. It's like, 'come on'," ujar Craig Bellamy, Manajer Wales.
Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan Bellamy berkaca pada performa anak asuhnya saat ditahan imbang oleh Ghana tengah pekan lalu. Dirinya menilai para pemain Wales sempat kehilangan agresivitas akibat terlalu lama menguasai bola tanpa melakukan tusukan yang berbahaya.
"If we want to create expectations, to put demands on ourselves and the public as well, we must have a better record than what we have," kata Craig Bellamy, Manajer Wales.
Pertandingan persahabatan internasional antara Rumania dan Wales ini akan dipimpin oleh wasit Rohit Sagg. Laga pamungkas musim 2025/2026 tersebut juga disiarkan secara langsung melalui layanan penyiaran BBC iPlayer bagi para pemirsa di Britania Raya.
"We're in Group A (of the Nations League) and Portugal will be completely different to what Romania will be. To us, it's being dominant, being aggressive about the ball and having control of the ball," ucap Craig Bellamy, Manajer Wales.
Berdasarkan catatan statistik dari mrfixitstips.co.uk, bentrokan di Bukares ini menjadi pertemuan perdana antara Rumania dan Wales di abad ke-21. Pasca laga ini, kedua tim akan membubarkan skuad sementara waktu sebelum berkumpul kembali menyambut agenda jeda internasional berikutnya.
"We want to control the tempo of the game. That's difficult because of the quality Romania have, but that's our idea," kata Craig Bellamy, Manajer Wales.
"I thought it got too easy for us," ujar Craig Bellamy, Manajer Wales.
Opsi rotasi pemain diperkirakan tetap diambil oleh Gheorghe Hagi maupun Craig Bellamy pada babak kedua demi memberikan jam terbang bagi para pemain muda. Kebijakan ini sekaligus untuk menghindari risiko cedera lanjutan mengingat kompetisi domestik baru saja berakhir.
"We were completely controlling the tempo, but by everyone wanting a touch we lost that aggressiveness in our runs," kata Craig Bellamy, Manajer Wales.
Pertandingan ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian kalender panjang sepak bola Eropa sebelum fokus beralih sepenuhnya ke turnamen akbar antarkonfederasi. Selepas peluit panjang di Bukares, fokus manajemen kedua tim langsung tertuju pada persiapan teknis jelang musim baru.
"We needed to get that back. There were some really positive moments though, and I have to be happy with them," ucap Craig Bellamy, Manajer Wales.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow