Rupiah Melemah ke Rp18.126 Bank Indonesia Catat Dolar AS Perkasa Pagi Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah sebesar 0,39 persen ke level Rp18.126 pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026 pagi pukul 09.05 WIB. Penurunan ini dipicu oleh pergerakan indeks dolar AS yang terpantau semakin perkasa di pasar perdagangan internasional.
Berdasarkan data pasar spot exchange, mata uang garuda mencatatkan pelemahan sebesar 79,50 poin atau sekitar 44 persen dari posisi penutupan sebelumnya. Pada menit-menit awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp18.115 per dolar AS.
Penguatan mata uang jagoan paman sam tersebut terlihat dari indeks dolar AS yang merangkak naik 0,02 persen menuju level 100.091. Kondisi ini membuat mata uang domestik tertekan sejak awal pembukaan pasar keuangan pada awal pekan.
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah dan Komparasi Kurs Perbankan
Kondisi eksternal yang menekan mata uang lokal memicu fluktuasi tajam pada perdagangan hari ini. Perbankan nasional pun langsung melakukan penyesuaian terhadap harga jual dan beli valuta asing yang mereka tawarkan kepada nasabah.
Prediksi Pergerakan Pasar Valuta Asing Hari Ini
Para pelaku pasar modal memperkirakan pergerakan mata uang domestik masih akan tertahan sepanjang hari ini. Nilai tukar rupiah diprediksi bakal bergerak pada kisaran rentang Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS hingga penutupan perdagangan sore nanti.
Daftar Kurs Jual Beli USD di Sektor Perbankan
Pelemahan nilai tukar di pasar spot berimbas langsung pada kurs yang disediakan oleh sejumlah bank komersial. Investor dan masyarakat yang ingin melakukan transaksi valas dapat mencermati perbedaan tingkat harga yang dipatok oleh penyedia jasa keuangan.
Sebagai perbandingan, berikut adalah rincian data harga beli dan harga jual mata uang dolar AS di Bank BCA yang tercatat pada pukul 09.09 WIB:
| Jenis Kurs | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|
| E-rate | 18.125 | 18.145 |
| TT Counter | 18.875 | 18.150 |
| Bank Notes | 17.885 | 18.150 |
Faktor Eksternal Penyebab Rupiah Melemah Terhadap Dolar
Penguatan indeks dolar AS menjadi sentimen utama yang menahan laju apresiasi mata uang regional termasuk rupiah. Keperkasaan indeks global ke level 100.091 tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap aset-aset aman atau safe haven.
Kondisi pasar keuangan yang volatil ini membuat para investor cenderung menahan dana mereka dalam bentuk denominasi dolar AS. Akibatnya, tekanan jual terhadap mata uang negara berkembang menjadi tidak terhindarkan sejak pembukaan pasar.
Sejumlah korporasi besar dan perbankan seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA terus memperbarui kurs transaksi mereka secara berkala mengikuti dinamika yang terjadi di pasar spot internasional sepanjang hari ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow