Rupiah Menguat Setelah Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah langsung menguat terhadap dolar Amerika Serikat setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis points menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada Rabu, 20 Mei 2026.

Langkah agresif bank sentral yang menjadi kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir ini melampaui perkiraan mayoritas analis pasar. Berdasarkan data IDNFinancials.com, mata uang garuda menguat 0,48 persen ke level Rp17.620 per dolar Amerika Serikat hingga pukul 14.42 WIB, meskipun secara akumulatif telah melemah 5,64 persen sejak awal tahun.

Selain mendongkrak BI Rate, otoritas moneter tersebut juga mengerek suku bunga deposit facility menjadi 4,25 persen dan lending facility sebesar 6 persen. Kebijakan pengetatan ini diambil sebagai langkah lanjutan demi meredam gejolak pasar global yang dipicu oleh konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

“Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027, agar tetap berada dalam kisaran-sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” jelas Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Keputusan mengejutkan tersebut mematahkan konsensus sebagian besar pengamat ekonomi. IDNFinancials.com mencatat bahwa dari total 41 analis, mayoritas memprediksi kenaikan BI Rate hanya berada di angka 25 basis points menjadi 5 persen, sementara sebagian lainnya memperkirakan suku bunga akan tetap bertahan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed