Rupiah Menguat Ke Level Rp17.925 Per Dolar AS Kamis Pagi
Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/6/2026) pagi di Jakarta seiring dengan tertekannya indeks dolar AS di pasar global. Mata uang domestik tersebut terapresiasi sebesar 0,14 persen ke level Rp17.925 per dolar AS berdasarkan data Refinitiv.
Performa positif tersebut memperpanjang tren penguatan mata uang Garuda dari hari sebelumnya. Dilansir dari CNBC Indonesia, rupiah pada perdagangan Rabu (10/6/2026) telah ditutup menguat 0,55 persen ke posisi Rp17.950 per dolar AS, yang sekaligus membawa mata uang ini keluar dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,05 persen ke level 99,896 pada pukul 09.00 WIB. Penurunan performa greenback ini memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang karena meningkatnya tekanan terhadap aset-aset berdenominasi dolar AS.
Koreksi mata uang Negeri Paman Sam dipicu oleh data inflasi konsumen Amerika Serikat periode Mei 2026 yang melonjak 4,2 persen secara tahunan, menjadi kenaikan tertinggi sejak April 2023. Meskipun meroket akibat lonjakan harga bensin dan energi imbas konflik Iran, realisasi Indeks Harga Konsumen (CPI) ini masih sesuai ekspektasi ekonom.
Kondisi inflasi tersebut membuat pelaku pasar uang jangka pendek di AS sedikit mengurangi proyeksi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) pada September, meski ekspektasi kenaikan untuk bulan Oktober tetap kuat. Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 turun ke level 120,9 dari bulan sebelumnya di level 123,0, yang menjadi posisi terendah sejak September 2025.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow