Ruud Gullit Puji Suporter Kanada Terima Pemain Imigran

Smallest Font
Largest Font

Legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit memberikan apresiasi besar kepada para pendukung tim nasional Kanada atas sikap ramah mereka terhadap pemain imigran dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina pada Jumat malam.

Pertandingan yang digelar pada Jumat malam tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1. Hasil laga ini memicu perhatian mantan bintang AC Milan itu saat hadir sebagai analis di saluran BeIN Sports untuk mengulas jalannya laga pascapertandingan.

Gullit mengaku terharu sekaligus terkesan melihat atmosfer di sekitar tim nasional Kanada yang dinilainya mampu mencerminkan keberagaman sebagai identitas negara tersebut. Skuad Kanada saat ini memang dihuni oleh banyak pemain dengan latar belakang keluarga imigran dari berbagai penjuru dunia.

"Semua orang telah melihat bahwa lebih dari separuh tim Kanada berkulit hitam. Mereka semua datang ke Kanada karena berbagai alasan," ujar Ruud Gullit, Analis BeIN Sports.

Mantan peraih gelar Ballon d'Or berusia 63 tahun tersebut merasa senang karena para penggemar memberikan dukungan penuh tanpa mempersoalkan perbedaan etnis maupun warna kulit pemain.

"Saya melihat orang-orang benar-benar merangkul para migran," kata Ruud Gullit, Analis BeIN Sports.

Sikap inklusif masyarakat Kanada itu kemudian dibandingkan oleh Gullit dengan situasi sosial yang berkembang di sejumlah negara Eropa terkait meningkatnya ketegangan mengenai isu migrasi.

"Itu membuat saya merasa senang." kata Ruud Gullit, Analis BeIN Sports.

Gullit menambahkan bahwa ketegangan sosial mengenai isu imigrasi mendatangkan perasaan emosional tersendiri bagi dirinya yang memiliki pengalaman hidup dengan latar belakang keluarga berbeda.

"Dan yang saya lihat adalah para penggemar benar-benar merangkul tim ini. Kami di Belanda juga mengalaminya. Sekarang saya melihat negara-negara berkonflik dengan para migran dan hal-hal semacam itu," lanjut Ruud Gullit, Analis BeIN Sports.

Dirinya tetap merasa sebagai orang Belanda, namun ia mengakui pernah mengalami perlakuan yang berbeda dari orang lain karena penampilan fisiknya.

"Itu menyakitkan. Saya merasa sebagai orang Belanda. Meskipun penampilan saya berbeda.

Ibu saya berkulit putih, tapi orang-orang melihat saya dan berpikir: dia berkulit hitam. Lalu Anda langsung diperlakukan berbeda." kata Ruud Gullit, Analis BeIN Sports.

Mantan pemain PSV tersebut merasa lega melihat inklusivitas warga Kanada yang dinilainya juga memiliki sejarah yang berakar dari migrasi.

"Itulah mengapa hal ini membuat saya sangat senang. Saya melihat orang-orang benar-benar merangkul los migran. Orang Kanada sendiri tentu saja juga pernah menjadi migran. Saya merasa senang dan bahagia bahwa mereka berhasil meraih satu poin." kata Ruud Gullit, Analis BeIN Sports.

Bagi Gullit, keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur dari kemenangan, melainkan dari kemampuan mereka merepresentasikan masyarakat yang mendukungnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed