Ryaas Rasyid Sebut Pemerintahan Prabowo Subianto Gagal Total

Smallest Font
Largest Font

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri Prof Muhammad Ryaas Rasyid menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengalami kegagalan total meskipun masa jabatannya baru berjalan dua tahun lebih. Penilaian tersebut disampaikan Ryaas dalam sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial pada Rabu (19/8/2026).

Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut menegaskan bahwa pola kepemimpinan saat ini berpotensi membawa kegagalan berlanjut hingga akhir periode jika tidak ada langkah koreksi secara mendasar dari pemerintah.

"Saya tidak perlu menunggu lima tahun, sekarang pun sudah bisa saya simpulkan, kalau ini pola yang sama bergerak lima tahun, sudah pasti gagal," kata Ryaas Rasyid, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Ryaas menggarisbawahi pentingnya melakukan perbaikan menyeluruh atas arah kebijakan yang sedang berjalan demi mencegah krisis kepemimpinan yang makin meluas di tingkat nasional.

"Sekarang ini sudah gagal. Kalau tidak dikoreksi, akan gagal terus sampai ujung. Makanya dikoreksi," ujar Ryaas Rasyid.

Sikap tertutup terhadap masukan publik dinilai menjadi kendala utama dalam memperbaiki performa Kabinet Merah Putih saat ini.

"Dikoreksi ini tidak gampang, karena pihak yang bersangkutan itu termasuk sulit untuk menerima kritik apalagi koreksi," tutur Ryaas Rasyid.

Sikap enggan menerima masukan tersebut dinilai memperburuk tata kelola pemerintahan yang ada.

"Nah, ini yang bikin masalah, sehingga saya cepat aja menyimpulkan, ini nggak mungkin lagi ditolong. Dia harus menolong dirinya sendiri," kata Ryaas Rasyid.

Pemerintahan era Prabowo dianggap hanya bertumpu pada figur presiden semata tanpa ditopang oleh kinerja tim menteri yang efektif.

"Betul, sudah sangat tampak. Kinerja pemerintahan rendah ya, timnya tidak bekerja dengan baik," ujar Ryaas Rasyid.

Kelemahan koordinasi di dalam kabinet berdampak langsung pada memburuknya berbagai indikator makroekonomi serta sektor ketenagakerjaan nasional.

"Sekarang ini pemerintahan kita cuma ada presiden, timnya tidak nampak. Prestasinya bisa diukur. Ekonomi parah, lapangan kerja payah, dolar sampai sekarang turun tidak pernah kembali .

Kinerja ekspor kita tidak sesuai dengan harapan. Pengangguran luar biasa," tutur Ryaas Rasyid.

Kondisi pasar kerja saat ini juga disorot akibat melonjaknya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.

"Info terbaru kan ada 1 juta sarjana yang menganggur, ini kan luar biasa," kata Ryaas Rasyid.

Pernyataan Istana yang menganjurkan warga tidak puas untuk meninggalkan Indonesia dinilai Ryaas sebagai cerminan kepanikan dalam mengelola negara.

"Banyak juga yang muncul anjuran, orang Indonesia yang tidak puas, silahkan pergi saja. Ini semua bentuk dari kepanikan, dan ketidakmampuan untuk mengelola negara secara baik," ujar Ryaas Rasyid.

Inisiatif perubahan menyeluruh disebut sepenuhnya berada di tangan presiden sendiri.

"Sehingga saya menyimpulkan tidak mungkin lagi diperbaiki. Dia harus memperbaiki dirinya sendiri," tutur Ryaas Rasyid.

Tingginya rasa percaya diri pemerintah dinilai memicu resistensi terhadap berbagai masukan dari luar.

"Siapapun yang berusaha memperbaiki, memberi saran, memberi nasihat, memberikan masukan, tidak akan berhasil. Ada resistensi yang kuat, pemerintahan ini terlalu percaya diri, atau mungkin pribadi presiden terlalu percaya diri. Sehingga sulit," kata Ryaas Rasyid.

Ketidakmampuan memahami tata kelola negara sejak awal menjadi faktor mendasar yang dikritik oleh berbagai pihak.

"Tidak mungkin cuma saya yang berpikir seperti ini. Mesti banyak orang sekitarnya juga berpikir jernih, saya sangat yakin. Tapi poinnya itu ketidakmampuan memahami dari awal bagaimana seharusnya negara dikelola," ujar Ryaas Rasyid.

Pembentukan struktur kabinet yang gemuk tanpa arah strategis yang jelas dinilai sebagai akar permasalahan sejak awal kepemimpinan.

"Itu adalah kesalahan awal yang berlanjut sampai sekarang. Kesalahan karena tak ada visi yang jelas, kalau ada visi yang jelas, mungkin menentukan format kabinet, kualifikasi orang yang masuk kabinet, cara memange mereka, mengarahkan mereka untuk bekerja secara maksimal," kata Ryaas Rasyid.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed