Saham BBRI Berpotensi Menguat Menuju Level Resistance
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memiliki potensi untuk menguat menuju level resistance pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Proyeksi ini muncul setelah saham emiten perbankan pelat merah tersebut mengalami tren penurunan dalam beberapa periode terakhir.
Analis teknikal menilai saham BBRI memiliki area support yang kuat di rentang harga Rp3.060 sampai Rp3.090 per lembar saham. Informasi pergerakan saham dari pasar modal tersebut dilansir dari Investor Daily.
"BBRI memiliki support di 3.060-3.090. Target dekat di 3.180-3.240," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatan perdagangannya.
Peluang rebound ini hadir setelah saham BBRI ditutup melemah sebesar 3,11 persen ke level Rp3.120 pada penutupan perdagangan hari Rabu, 13 Mei 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Stockbit, penurunan tersebut dipengaruhi aksi lepas saham oleh investor asing dengan net sell mencapai Rp273,5 miilar.
Sebelumnya pada sesi I perdagangan Rabu pagi, saham BBRI juga sempat merosot 2,48 persen ke level Rp3.140 per lembar. Saat itu, volume transaksi tercatat mencapai 53,12 million lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 19.500 kali senilai Rp177 miliar.
Tekanan jual eksternal dipicu oleh sentimen negatif pasar global dan pengumuman rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026. Menurut laporan BRI Danareksa Sekuritas, kondisi pasar modal domestik ikut terbebani lonjakan inflasi Amerika Serikat yang mencapai 3,8 persen secara tahunan pada April 2026.
"IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960-7.000 dan support pada 6.760-6.780," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya pada Rabu (13/5/2026).
Koreksi pasar diperparah oleh pelemahan nilai tukar Rupiah dan antisipasi penurunan bobot saham Indonesia oleh MSCI Inc. Analisis dari Stockbit Sekuritas menyebutkan investor kini beralih mencermati MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai penggerak sentimen berikutnya.
"Dan penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman," papar Stockbit Sekuritas dalam ulasannya.
Seluruh penyesuaian pada indeks MSCI tersebut dijadwalkan akan mulai diimplementasikan secara penuh pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026 mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow