Saham BUMI dan BRMS Melonjak Ditopang Diversifikasi Non-Batubara

Smallest Font
Largest Font

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan performa impresif pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026) dengan melonjak 10,19 persen ke level Rp173 per lembar dipicu oleh volume transaksi yang masif di Bursa Efek Indonesia.

Dilansir dari investor.id dan pojokpapua.id, aktivitas perdagangan instrumen investasi ini berjalan sangat aktif dengan volume mencapai 8,02 miliar lembar saham serta membukukan nilai transaksi keseluruhan hingga Rp2,35 triliun.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pergerakan saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini diwarnai aksi beli bersih oleh investor domestik sebesar Rp335,6 miliar, meskipun di saat bersamaan investor asing membukukan penjualan bersih mencapai Rp335,57 miliar.

Lonjakan performa ini juga diikuti oleh anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 24,53 persen ke Rp660 pada awal pekan, atau menguat hingga 38,66 persen dalam sepekan terakhir menurut laporan premium.bisnis.com.

Maybank Sekuritas melaporkan bahwa reposisi fundamental korporasi kini bergeser menjadi entitas energi dan mineral yang terdiversifikasi berkat eksposur komoditas emas, perak, serta proyek tembaga non-batubara.

Di tengah proses diversifikasi tersebut, bisnis inti batu bara BUMI tetap solid pada kuartal I/2026 dengan pendapatan naik 19,7 persen menjadi US$417,7 juta serta laba bersih tumbuh 36,6 persen menjadi US$41,1 juta.

Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai kontrak penjualan jangka panjang selama 7 tahun dengan raksasa komoditas Glencore menjadi faktor kunci yang memberi kepastian komersial bagi proyek Wolfram milik BUMI di Australia.

"Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram. BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya," kata Cliff, Jumat (12/6/2026).

Proyek Wolfram Limited dijadwalkan memulai produksi komersial antara Mei hingga Juli 2026, yang akan disusul oleh operasional Jubilee Metals Limited pada kuartal IV 2026 serta akuisisi 45% PT Laman Mining pada Agustus 2026.

Sementara itu, MNC Sekuritas turut menyoroti pergerakan teknikal saham emiten pertambangan ini untuk perdagangan Rabu (17/6/2026) karena posisinya yang mampu bertahan di atas garis rata-rata bergerak.

"Penguatannya pun mampu berada di atas MA20," sebut MNC Sekuritas.

Pihak sekuritas merekomendasikan opsi buy on weakness di kisaran 157-170 dengan target harga pertama 214 dan target harga kedua 238, serta mematok stoploss di bawah level 153.

Dari sisi agenda korporasi, BUMI menjadwalkan pelaksanaan RUPST dan RUPSLB pada 18 Juni 2026 di JS Luwansa Hotel Jakarta untuk mengesahkan perhitungan laba rugi tahun buku 2025 serta melakukan penyesuaian anggaran dasar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed