Tiga Saham Infrastruktur AI Catat Lonjakan Harga Signifikan

Smallest Font
Largest Font

Tiga emiten infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan robotika, yaitu Teradyne, Ouster, dan Vishay Precision Group (VPG), mencatatkan lonjakan harga saham yang signifikan hingga Senin (6/7) akibat tingginya belanja pusat data AI global.

Dilansir dari 24/7 Wall St., pergerakan positif ini didorong oleh peningkatan skala proyek robotika humanoid dan akumulasi belanja infrastruktur komputasi. Kendati demikian, valuasi ketiga saham tersebut saat ini dinilai sudah sangat tinggi dan membutuhkan analisis yang lebih cermat.

Teradyne mencatatkan harga saham sebesar 381,46 dolar AS per 6 Juli, atau naik 84 persen sepanjang tahun ini dengan kapitalisasi pasar mendekati 59,75 miliar dolar AS. Pendapatan kuartal pertama Teradyne mencapai 1,28 miliar dolar AS, tumbuh 87 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"approximately 70% of our revenue tied to AI-related demand" kata Greg Smith, CEO Teradyne.

Segmen pengujian semikonduktor menyumbang pendapatan sebesar 1,11 miliar dolar AS pada kuartal pertama, sementara lini bisnis robotika berkontribusi sebesar 91 juta dolar AS berkat permintaan kolaborasi robot di sektor otomatisasi pabrik. Namun, rasio P/E perusahaan telah mencapai angka 86 dengan target konsensus analis di level 398,71 dolar AS.

Sementara itu, Ouster mencatatkan harga saham di kisaran 49,94 dolar AS per 6 Juli, naik 114 persen sepanjang tahun ini, dengan rekor pendapatan produk kuartal pertama sebesar 48,23 milar dolar AS. Perusahaan ini telah mengirimkan lebih dari 12.600 sensor, termasuk dari lini produk visi kamera Stereolabs yang baru diakuisisi.

"the foundational sensing and perception platform for Physical AI" ujar Angus Pacala, CEO Ouster.

Ouster juga mengantongi kontrak bernilai jutaan dolar untuk infrastruktur pintar BlueCity dan otomatisasi industri, serta memegang dana tunai dan likuiditas sebesar 175 juta dolar AS. Meski demikian, perusahaan masih menderita rugi bersih GAAP sebesar 0,28 dolar AS per saham pada kuartal pertama.

"strong demand from companies building foundational AI models and advanced robotics platforms." tambah Angus Pacala, CEO Ouster.

Di sisi lain, saham Vishay Precision Group (VPG) diperdagangkan pada level 126,17 dolar AS per 6 Juli, melonjak 221 persen sepanjang tahun 2026 dengan kapitalisasi pasar mendekati 1,68 miliar dolar AS. Pendapatan kuartal pertama perusahaan mencapai 84,35 juta dolar AS, naik 18 persen secara tahunan.

"$1.0 million of orders booked in the first quarter and initial engineering discussions underway with a fourth humanoid developer." kata Ziv Shoshani, CEO VPG.

Sensor buatan VPG saat ini digunakan pada sendi robot humanoid, rak server AI, peralatan semikonduktor, hingga program ruang angkasa dan militer. Pada tahun fiskal 2025, pesanan terkait robot humanoid perusahaan ini mencapai 37,8 juta dolar AS, melampaui target awal sebesar 30 juta dolar AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed