SSIA Pertahankan Target Laba Rp400 Miliar, JSMR dan BMAS Siapkan Aksi Korporasi

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 0,12% ke level 6.678,20 pada perdagangan Rabu (9/9/2026), terdampak tekanan penjualan asing dan pelemahan sektor kesehatan. Tekanan asing tercatat di pasar reguler dengan penjualan bersih Rp621,40 miliar, sementara sektor Transportation & Logistic menguat 2,41%, menurut laporan dari Detik Finance.

PT Surya Semesta Internusa (SSIA) menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp2,20 triliun untuk 2026, dengan fokus pengembangan kawasan Subang Smartpolitan dan rebranding Paradisus by Meliá Bali. Realisasi dana semester pertama 2026 telah mencapai Rp200 miliar. SSIA menyesuaikan target pendapatan tahun ini menjadi Rp7,20 triliun dari sebelumnya Rp7,50 triliun, tetapi tetap mempertahankan target laba bersih sebesar Rp400 miliar.

"Kami mempertahankan target laba bersih Rp400 miliar di 2026 meski ada penyesuaian pendapatan," ujar manajemen SSIA. Target laba ini mencerminkan pertumbuhan hingga 570% dari tahun sebelumnya.

PT Jasa Marga (JSMR) menganggarkan capex Rp12 triliun untuk 2026 dan sudah merealisasikan Rp4,40 triliun hingga semester pertama. Dana ini dipakai untuk pembangunan dan pengoperasian lima proyek jalan tol, termasuk Jakarta-Cikampek II Selatan seksi Setu-Sadang dan Tol Jogja-Bawen.

"Kami menargetkan Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km mulai beroperasi November 2026, dan Seksi 1 Yogyakarta-SS Banyurejo selesai September 2026," ujar JSMR. Proyek Akses Patimban sepanjang 14 km ditargetkan operasional 2028, sementara Seksi Paiton-Besuki Probolinggo-Banyuwangi sudah tahap uji laik fungsi dan diharapkan beroperasi akhir 2026 atau awal 2027.

PT Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) berencana melakukan penambahan modal melalui rights issue dengan potensi dana Rp1,01 triliun. Rights issue ini menetapkan rasio 655:104 dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham dan maksimal 2,87 miliar saham baru.

"Pemegang saham utama, Kasikorn Vision Financial Company, akan melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga," kata perwakilan BMAS. Hal ini berpotensi meningkatkan kepemilikan KVF menjadi sekitar 86,37% sampai 87,81% dan menyebabkan dilusi maksimal 13,70% bagi pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya.

Periode perdagangan dan pelaksanaan rights issue dijadwalkan 27 November sampai 3 Desember 2026, dengan cum-right di pasar reguler dan negosiasi pada 23 November 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed