IHSG Melemah Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Tekanan Inflasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,40% ke level 6.497,36 pada Jumat pagi (11/9), tertekan oleh lonjakan harga minyak dunia dan tekanan inflasi yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat turun hampir 2% hingga level 6.462,96, akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak sekitar 7% pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) telah melampaui US$ 104 per barel, sedangkan minyak Brent mendekati US$ 108, tertinggi dalam hampir empat bulan.
"Dipicu eskalasi AS-Iran, serangan ke tanker minyak Iran, rudal ke Yordania, serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Harga emas juga melemah hampir 2% ke level US$ 4.300 per ons, dipengaruhi oleh data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang mendorong ekspektasi kenaikan Fed Rate sebesar 25 basis poin pekan depan.
"Pasar price-in ekspektasi Fed hawkish akibat tekanan inflasi dari lonjakan harga energi, sehingga saham dan emas tertekan bersamaan meski minyak justru melesat akibat risiko geopolitik," terang riset tersebut.
Menurut riset MNC Sekuritas, pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham global yang terdampak eskalasi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu, pelemahan rupiah juga menambah sentimen negatif terhadap pergerakan indeks saham. Investor mencermati data PPI AS Agustus yang naik 0,4% MoM, terutama dari sektor energi yang meningkat 4,2% MoM.
Meski inflasi inti mulai melandai, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat dengan probabilitas mencapai 72% karena inflasi headline yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang belum melemah cukup.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke level 4,95%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lama.
"Dari sisi teknikal, posisi pergerakan IHSG sedang berada di fase downtrend dan telah mencapai target koreksi di 6.502, cermati area koreksi berikutnya di 6.448," tulis riset MNC Sekuritas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow