San Jose Earthquakes Hadapi LA Galaxy di Stanford Stadium
San Jose Earthquakes dijadwalkan menjamu rival sewilayah mereka, LA Galaxy, dalam pertandingan California Clasico ke-105 di Stanford Stadium pada Sabtu malam pukul 22.30 waktu setempat. Laga pekan ini menjadi momentum kedua tim Wilayah Barat Major League Soccer untuk bangkit setelah menelan kekalahan telak pasca-jeda Piala Dunia 2026.
Pertemuan ini menjadi kali ke-13 bagi Earthquakes menggelar laga kandang kontra Galaxy di Stanford Stadium yang berkapasitas 50.000 penonton, alih-alih di markas asli mereka, PayPal Park. Berdasarkan data klasemen MLS, San Jose Earthquakes saat ini menempati posisi kedua Wilayah Barat dengan 32 poin dari 16 laga, sementara LA Galaxy tertahan di peringkat ke-10 dengan raihan 20 poin dari 17 pertandingan.
Kedua tim menatap laga ini dengan catatan buruk pada laga terakhir hari Rabu lalu. Earthquakes baru saja dihantam kekalahan 0-4 oleh Orlando City di kandang, yang juga ditandai oleh debut kiper timnas Skotlandia, Angus Gunn. Di sisi lain, LA Galaxy juga takluk 1-3 dari St. Louis City setelah bek mereka, Emiro Garces, mendapat kartu merah.
Winger San Jose Earthquakes, Ousseni Bouda, menyatakan bahwa antusiasme tinggi dari gelaran Piala Dunia 2026 di Bay Area dapat menjadi suntikan energi positif bagi timnya.
"Saya sejujurnya terkesan dengan jumlah kehadiran dan betapa antusiasnya orang-orang di area ini terhadap Piala Dunia," ujar Ousseni Bouda.
Bouda menambahkan bahwa kerumunan besar pendukung di berbagai acara nonton bareng di San Jose dan San Francisco menciptakan atmosfer yang ideal untuk menyambut laga derbi ini.
"Saya pikir dengan energi itu, tidak ada waktu yang lebih baik bagi kami untuk menjalani Cali Clásico selain sekarang," kata Ousseni Bouda.
Pelatih San Jose Earthquakes, Bruce Arena, juga mengakui pertumbuhan sepak bola yang pesat di kawasan tersebut usai wilayah mereka sukses menggelar enam laga Piala Dunia musim panas ini.
"Jelas kami juga harus meraih kesuksesan di lapangan untuk memanfaatkan semua hal ini," tutur Bruce Arena kepada wartawan.
Arena melihat potensi besar dari demografi dan dukungan korporasi di Bay Area bagi masa depan klub maupun liga.
"Potensi di sini sangat luar biasa," tambah Bruce Arena.
Bruce Arena juga menyoroti kelemahan lini pertahanan anak asuhnya saat ditumbangkan Orlando City melalui dua gol dari situasi bola mati.
"Awal pertandingan merugikan kami," ungkap Bruce Arena.
Mantan pelatih timnas AS itu menyayangkan cara timnya kebobolan gol pertama yang merusak rekor pertahanan bersih mereka sebelumnya.
"Kehilangan gol pertama dengan cara seperti yang kami lakukan sangat mengecewakan. Saya rasa kami tidak pernah kebobolan dari situasi bola mati bertahan dalam 15 pertandingan pertama musim ini, dan kami kebobolan dua kali. Kami bermain buruk. Tidak ada alasan," tegas Bruce Arena.
Penyerang San Jose Earthquakes, Preston Judd, yang kini menjadi pencetak gol domestik terbanyak di MLS dengan 11 gol, mengajak seluruh suporter untuk datang memenuhi stadion.
"Terutama dengan adanya Piala Dunia di kota ini, semua orang menunjukkan kecintaan mereka pada permainan ini," kata Preston Judd.
Judd optimistis posisi Earthquakes di papan atas wilayah barat bisa terjaga jika para pendukung terus memberikan tekanan suara di stadion.
"Kami memiliki tim yang bagus di kota ini yang bisa mereka dukung. Jadi semua orang perlu datang, dan kami memiliki peluang bagus tahun ini – kami berada di urutan pertama di Wilayah Barat, jadi kami harus terus melaju dan membuat para penggemar tetap datang, meramaikan suasana," ucap Preston Judd.
Bek All-Star San Jose Earthquakes, Daniel Munie, menilai turnamen global di Amerika Serikat akan memberikan dampak jangka panjang bagi kompetisi sepak bola domestik.
"Anda bisa melihat bahwa sepak bola memiliki arti yang sedikit lebih besar daripada apa yang dipikirkan orang," kata Daniel Munie.
Munie berharap momentum ini bisa diiringi dengan performa menghibur dari para pemain di lapangan hijau.
"Ini akan menjadi dorongan besar bagi sepak bola Amerika dan MLS ke depan. Jadi saya sangat bersemangat untuk melihat apa yang mampu dilakukannya," harap Daniel Munie.
Di kubu lawan, pelatih LA Galaxy, Greg Vanney, dipusingkan dengan krisis kelengkapan skuad akibat cedera Joao Klauss, transfer Gabriel Pec ke Cruzeiro, akumulasi kartu Jakob Glesnes, serta belum rampungnya visa penyerang baru Kyogo Furuhashi.
"Ya, harus tetap berjuang," ujar Greg Vanney.
Vanney memprediksi timnya hanya akan berkekuatan sekitar 11 hingga 14 pemain utama yang siap diturunkan di Stanford.
"Kami akan menyusut menjadi mungkin 11 pemain yang ada di daftar 20 pemain kami untuk pertandingan (Sabtu) di antara para pemain yang mungkin absen karena cedera, suspensi (atau) tidak ada di sini. ... (Rabu) kami berada di angka 14," jelas Greg Vanney.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow