Shai Gilgeous Alexander Raih MVP NBA dan Tanggapi Victor Wembanyama
Bintang Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, berhasil meraih penghargaan MVP NBA untuk kedua kalinya berturut-turut menjelang laga final Wilayah Barat melawan San Antonio Spurs. Namun, kemenangan ini diwarnai rivalitas setelah Victor Wembanyama dilaporkan merasa lebih layak memenangkan trofi tersebut.
Pertemuan babak playoff antara Oklahoma City Thunder dan San Antonio Spurs ini mencatatkan sejarah baru. Laga tersebut menjadi momen pertama sejak era Michael Jordan di Chicago Bulls di mana dua tim dengan catatan 62 kemenangan atau lebih saling berhadapan di pascamusim.
Persaingan sengit ini juga melibatkan adu gengsi individu antara Gilgeous-Alexander yang mempertahankan gelarnya dan Wembanyama yang sedang naik daun. Jurnalis NBA, Tim MacMahon, melaporkan bahwa Wembanyama meyakini dirinya yang seharusnya menerima Trofi Michael Jordan musim 2025-2026.
"There’s going to be even a little extra motivation for Wemby, because pregame Shai Gilgeous-Alexander’s gonna get the MVP trophy presented to him," kata MacMahon, reporter NBA.
Komentar mengenai motivasi tambahan bagi Wembanyama tersebut disampaikan menjelang penyerahan trofi MVP yang dilakukan sebelum pertandingan pertama dimulai di markas Oklahoma City Thunder.
"That is a trophy Wemby made very clear he believed that trophy should belong to him," tutur MacMahon, reporter NBA.
Pernyataan dari Wembanyama langsung memicu respons dari pihak Gilgeous-Alexander sebelum laga pembuka bergulir. MacMahon kemudian menanyakan langsung tanggapan bintang Oklahoma City Thunder tersebut mengenai klaim dari sang rival.
"Shai took it in stride. He understands and respects that Wemby feels that way, says he’s one of those extreme competitors in the league. … The vote is over. Shai is not interested in a debate. They’re not playing 1-on-1. He is very respectful of the challenges that Wemby presents," ujar MacMahon, reporter NBA.
Wembanyama yang baru berusia 22 tahun dinilai menjadi kandidat kuat setelah tampil gemilang pada musim ketiganya sebagai pemain profesional. Performa dominannya menjadi motor utama yang membawa San Antonio Spurs meraih 62 kemenangan musim ini.
Di sisi lain, Gilgeous-Alexander sukses memimpin Oklahoma City Thunder mengamankan rekor terbaik di Wilayah Barat selama tiga musim berturut-turut. Pencapaian ini menyamai rekor tim-tim legendaris dalam sejarah NBA, termasuk Chicago Bulls pada era 1990-an.
Pemain andalan Oklahoma City Thunder tersebut juga mencetak sejarah baru di NBA dengan rata-rata 30 poin per pertandingan dan akurasi tembakan mencapai 55 persen. Gilgeous-Alexander kini resmi bergabung dengan 14 pemain dalam sejarah NBA yang mampu memenangkan penghargaan MVP secara berturut-turut.
"It’s special," kata Shai Gilgeous-Alexander, pemain Oklahoma City Thunder.
Pemain berusia 27 tahun tersebut merefleksikan bagaimana para legenda terdahulu telah mengubah cara permainan basket didekati dan dimainkan di lapangan.
"All those guys have shaped the game of basketball. All those guys have changed the game and how it’s played and how it was approached before that. To be in just that circle, to be in that conversation, it’s something that I don’t take lightly. I’m super grateful for it," tutur Shai Gilgeous-Alexander, pemain Oklahoma City Thunder.
Selain mempertahankan gelar MVP dan menyandang status Finals MVP, Gilgeous-Alexander juga membawa pulang penghargaan Clutch Player of the Year musim ini. Ia mencatatkan performa luar biasa dengan memasukkan 17 dari 18 tembakan di kuarter keempat sejak akhir musim reguler hingga babak pertama playoff.
"It’s more than me, it’s bigger than me," ujar Shai Gilgeous-Alexander, pemain Oklahoma City Thunder.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow