Sinner Pecahkan Rekor Djokovic dan Tantang Medvedev di Semifinal Roma

Smallest Font
Largest Font

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mencatatkan sejarah baru di level ATP Masters 1000 setelah menumbangkan Andrey Rublev dalam dua set langsung pada Jumat, 15 Mei 2026. Kemenangan 6-2 dan 6-4 di Stadio Centrale, Roma, ini memastikan tempat Sinner di babak semifinal Italian Open 2026 sekaligus melampaui rekor legendaris milik Novak Djokovic.

Hasil positif tersebut menjadi kemenangan ke-32 secara beruntun bagi Sinner di level Masters 1000, melewati catatan 31 kemenangan berturut-turut Djokovic menurut laporan beIN SPORTS. Atlet asal Italia itu mendominasi laga selama satu jam 31 menit dan kini membidik gelar Career Golden Masters dengan menyisakan dua kemenangan lagi di ibu kota Italia.

Di babak empat besar, Sinner akan menghadapi Daniil Medvedev yang lolos setelah menang dramatis atas petenis muda Martin Landaluce dengan skor 1-6, 6-4, dan 7-5. Medvedev yang merupakan juara tahun 2023 berhasil bangkit meski tertinggal di set penentu dalam pertandingan melelahkan selama dua jam 22 menit.

"I am not a big fan of players having to start the match so late. We then go to bed really late. The problem for us too is that we’re all so time-zone-confused, right? Because you go to sleep really late, that is due to treatments, to meals, press conferences, and so many other things that then become really long, even if you have a rest day." kata Sinner, Petenis Nomor Satu Dunia.

Sinner mengkritik jadwal pertandingan yang dinilai terlalu larut melalui tennishead.net, sembari memberikan dukungan kepada rekan senegaranya, Luciano Darderi. Ia juga mengapresiasi loyalitas penonton yang tetap bertahan di tribun meski kondisi cuaca dan waktu tidak ideal.

"He used a lot of energy against Sascha; he used a lot of energy yesterday, so let’s hope he has as much energy as possible, and then we’ll see how it goes. I wish him only the best, but you know, when you come on court so late, then it’s also difficult to play good tennis." ujar Sinner.

Petenis asal San Candido ini menegaskan bahwa target utamanya tahun ini adalah Grand Slam Roland Garros di Paris. Dilansir dari mundodeportivo.com, Sinner menganggap pencapaiannya di Foro Italico sebagai bagian dari pemulihan fisik dan persiapan mental menuju turnamen besar tersebut.

"Regardless of the result, for me at this moment it is already a victory. If I win, perfect; and if it goes badly, that will be fine too, because I will have a few more days to recover ahead of Paris, which, I repeat, is my main goal this year. Then we will see what happens," ujar Jannik Sinner.

Ia juga merefleksikan perjalanan kariernya yang melampaui ekspektasi masa mudanya. Sinner menekankan pentingnya integritas dan karakter pribadi di atas prestasi teknis yang telah ia capai di puncak peringkat dunia.

"When I was younger, I never thought I would reach such a high level in tennis," tutur Jannik Sinner.

Ambisi pribadinya tidak hanya terbatas pada angka dan trofi, melainkan bagaimana publik memandang sosoknya sebagai individu. Ia berharap tetap konsisten mempertahankan level permainannya hingga akhir karier profesionalnya.

"Above all, I want people to think I was a fair person and a good person… for me, that is above everything else. Then, below that, is the level I have managed to produce and that I hope to maintain for the rest of my career," ungkap Jannik Sinner.

Mengenai kendala operasional turnamen, Sinner kembali menyoroti dampak biologis dari jadwal malam hari. Masalah tersebut menurutnya berdampak pada pola istirahat pemain yang menyerupai gejala jet lag akibat aktivitas pasca-pertandingan yang panjang.

"The problem is that afterward it almost feels like jet lag, because you go to sleep really late. You have treatment, you have to eat, the press conference and many other things, and in the end the day becomes extremely long," jelas Jannik Sinner.

Di sisi lain, Sinner bangga dengan kemajuan kolektif tenis Italia yang menempatkan banyak wakil di sirkuit ATP. Ia menilai keragaman gaya bermain menjadi kunci kekuatan tim tuan rumah di Italian Open musim ini.

"Right now there are so many of us, and I think that is the most beautiful thing possible. Then we all try to take it as far as we can, but each of us is a completely different player, with our own style of playing and our own way of being on court," kata Jannik Sinner.

Daniil Medvedev sendiri mengaku harus berjuang ekstra keras saat menghadapi perlawanan sengit dari Landaluce. Kemenangan ke-50 di lapangan tanah liat ini membawa Medvedev kembali ke posisi delapan dunia di Live Ranking ATP menurut catatan ATP.

"Saat masih muda, sulit untuk memainkan pertandingan penuh seperti ini, jadi saya hanya berjuang. Saya senang bisa mengamankan kemenangan," kata Medvedev, dikutip dari ATP.

Sinner tetap difavoritkan melaju ke final mengingat performanya yang hanya kehilangan dua set sepanjang rentetan kemenangan beruntunnya. Pertandingan semifinal antara Sinner dan Medvedev dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam waktu setempat.

"I have a lot of respect for the crowd that stayed, it’s incredible and what pushes us to play." kata Sinner.

Pencapaian Petenis Italia di Italian Open 2026
PetenisBabak TertinggiStatus
Jannik SinnerSemifinalMasih Bertanding
Luciano DarderiSemifinalMasih Bertanding
Flavio CobolliBabak 32 BesarGugur
Matteo ArnaldiBabak 32 BesarGugur

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed